Ned Brower Babak Belur Usai Adegan Fisik The Pitt, Tak Bisa Berjalan Tiga Hari

Adegan paling keras di musim terbaru The Pitt ternyata tidak hanya meninggalkan ketegangan di layar, tetapi juga memar serius pada Ned Brower. Aktor berusia 47 tahun itu memilih turun langsung tanpa pemeran pengganti saat memerankan Jesse, dan hasilnya tubuhnya sampai terasa sangat sakit setelah proses pengambilan gambar selesai.

Pilihan itu membuat Brower benar-benar merasakan kerasnya adegan bentrokan dengan agen ICE. Ia bahkan mengaku sempat tidak bisa berjalan selama tiga hari setelah menjalani rangkaian aksi fisik yang berulang.

Dalam cerita, Jesse terjebak di ruang IGD saat agen Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai atau ICE datang membawa tahanan bernama Pranita, yang diperankan Ramona DuBarry, untuk mendapatkan perawatan. Situasi itu lalu berkembang menjadi kekacauan yang menempatkan Jesse berhadapan langsung dengan seorang agen ICE.

Brower menyebut lawan mainnya, Juju Alexander, berukuran jauh lebih besar dari dirinya. Ia menjelaskan tinggi badannya 6 kaki atau 182 cm, sedangkan Alexander ia sebut sekitar 6 kaki 6 inci atau 198 cm dengan bobot sekitar 320 pon atau 145 kg.

Proses syuting tidak berlangsung sekali jadi. Brower mengatakan adegan itu direkam berulang kali, dan setiap pengulangan membuat tubuhnya makin terkuras karena ia terus dilempar ke tanah.

Ia juga menjelaskan bahwa tubuhnya sempat diikat dengan tali pengikat kabel selama pengambilan gambar. Setelah semua selesai, rasa sakit yang ia alami cukup berat hingga berdampak pada kemampuannya berjalan selama beberapa hari.

Dalam wawancara dengan PEOPLE, Brower menyebut adegan tersebut direkam sebelum kematian Alex Pretti dan Renee Nicole Good, yang ditembak pada Januari di Minneapolis. Ia menilai cerita itu tetap penting karena menyentuh pengalaman banyak pekerja medis.

Brower juga sempat mengira adegan tersebut akan dipangkas saat proses penyuntingan. Namun, potongan penting dari kekerasannya tetap dipertahankan sehingga momen itu masih terasa kuat ketika tayang.

Meski sebagian unsur kekerasan dikurangi dari rekaman awal, inti dramatiknya tidak hilang. Hasil akhirnya tetap memberi dampak emosional seperti yang diharapkan dan membuat penonton merasakan ketegangan yang sama dengan para tokohnya.

Di dalam alur cerita, kehadiran ICE memicu konflik di ruang medis dan mendorong Jesse untuk melindungi pasiennya. Tindakan itu justru berujung pada penahanan Jesse, yang kemudian menjadi salah satu titik emosional penting di musim terbaru.

Respons penonton pun ikut membesar setelah adegan penangkapan Jesse tayang. Di internet, reaksi itu muncul lewat tagar #freejesse yang ramai dibicarakan penggemar.

Brower mengatakan respons sebesar itu sebenarnya sudah diperkirakan oleh Noah Wyle, yang ikut membaca arah dampak emosional cerita tersebut. Di luar percakapan di media sosial, ada pula orang-orang yang menghubunginya secara langsung untuk membagikan pengalaman serupa yang mereka lihat di rumah sakit.

Ia menyebut ada pesan dari mereka yang pernah menyaksikan intervensi ICE di lingkungan kerja masing-masing. Bagi Brower, cerita seperti itu terasa dekat dengan kenyataan banyak pekerja medis, sehingga reaksi penonton menjadi sangat personal.

Brower juga memastikan Jesse tidak akan dideportasi ke El Salvador. Meski begitu, nasib lanjutan karakternya masih menunggu naskah musim berikutnya.

Source: mediaindonesia.com

Baca Juga

Back to top button