Nissan Siapkan Perombakan Besar, Altima dan Murano Masuk Daftar Kritis

Nissan tengah menyiapkan penyesuaian besar pada lini produknya, dan langkah itu membuka peluang hilangnya 11 model dari pasar. Di saat yang sama, pabrikan ini justru mendorong model-model baru serta menghidupkan kembali nama ikonik seperti Xterra dan Skyline.

Arah tersebut menunjukkan Nissan sedang memilah model yang masih punya ruang tumbuh dan mana yang dianggap tidak lagi sejalan dengan kebutuhan pasar. Di tengah perubahan itu, beberapa nama lama seperti Altima, Rogue PHEV, dan Murano ikut masuk sorotan karena masa depannya disebut belum sepenuhnya aman.

Altima jadi salah satu nama paling disorot

Di antara model yang disebut paling berisiko, Altima muncul sebagai kandidat kuat untuk dihentikan di Amerika Serikat. Sedan ini dikabarkan tersendat karena performanya terus melemah di pasar yang makin kompetitif.

Laporan yang beredar menyebut penjualan Altima turun 18,1 persen dibanding tahun sebelumnya. Total penjualannya tercatat 93.268 unit, angka yang memperkuat anggapan bahwa daya tarik model ini mulai menurun.

Rogue PHEV belum mendapat tempat yang kuat

Selain Altima, Rogue versi PHEV juga berada dalam posisi yang tidak pasti. Nissan disebut belum melihat permintaan yang cukup besar untuk varian tersebut, terlebih karena model itu merupakan hasil rebadge dari Mitsubishi Outlander PHEV.

Situasinya makin rumit karena Nissan juga tengah menyiapkan Rogue generasi baru untuk pasar Amerika Serikat. Dengan arah teknologi yang disebut makin condong ke e-Power, varian PHEV lama berpotensi tidak dilanjutkan jika dianggap tidak lagi cocok dengan strategi produk terbaru.

Murano masih tumbuh, tetapi tetap belum lepas dari risiko

Murano punya cerita yang berbeda karena model ini justru mencatat kenaikan penjualan setelah mendapat penyegaran tahun lalu. Penjualannya naik 121,3 persen dengan total 42.747 unit, sebuah capaian yang menunjukkan respons pasar masih ada.

Meski begitu, posisinya tetap disebut belum sepenuhnya aman. Segmentasi pasar yang dibidik Murano disebut hanya punya peminat terbatas, sementara harga jualnya di Amerika Serikat berada di kisaran Rp 715 jutaan hingga Rp 858 jutaan.

Penyederhanaan lini produk jadi alasan utama

Langkah Nissan ini tidak hanya soal mengurangi jumlah model, tetapi juga merapikan portofolio agar lebih sesuai dengan arah pasar. Model yang penjualannya melemah disebut menjadi sasaran utama jika memang tidak lagi dimasukkan dalam rencana jangka panjang perusahaan.

Dengan pendekatan seperti itu, Nissan tampak memilih untuk mengarahkan sumber daya ke model yang dinilai punya peluang pertumbuhan lebih besar. Perubahan ini juga memperlihatkan bahwa perusahaan tengah menyesuaikan diri dengan kebutuhan konsumen yang terus bergeser.

Fokus juga bergeser ke pasar yang lebih cocok

Di luar pasar Amerika Serikat, Nissan disebut bakal memperluas mobil niaga ringan dan kei car. Arah tersebut memperlihatkan perhatian yang lebih besar ke pasar domestik Jepang, tempat kendaraan kompak dan efisien masih sangat diminati.

Keberhasilan Sakura disebut menjadi salah satu landasan untuk strategi itu. Nissan juga ingin mengulang capaian tersebut lewat pengembangan kei car lain, sambil memperkuat segmen yang dinilai lebih relevan dengan mobilitas perkotaan.

Perombakan yang sedang disiapkan ini menunjukkan Nissan tidak sekadar memangkas model, tetapi juga membangun ulang peta produknya. Model-model lama yang tak lagi kuat di pasar berisiko tersisih, sementara model yang sesuai dengan kebutuhan baru akan mendapat ruang lebih besar.

Baca Juga

Back to top button