Sebuah video di media sosial memicu perbincangan luas setelah menampilkan seorang oknum polisi yang tetap merokok saat mengemudikan mobil. Perhatian publik makin besar karena pengemudi berseragam itu juga disebut tidak memakai sabuk pengaman.
Rekaman tersebut memperlihatkan situasi yang dinilai banyak warganet tidak pantas dilakukan oleh aparat penegak hukum. Alih-alih menghentikan aksinya ketika ditegur, pria itu justru terlihat santai dan membalas dengan merekam balik warga yang menegur.
Unggahan video itu cepat menyebar setelah salah satunya beredar melalui akun Instagram Lambe Turah. Dari sana, rekaman itu ikut ramai dibicarakan di berbagai platform media sosial.
Dalam video yang beredar, pria berseragam polisi tampak berada di balik kemudi sambil merokok di dalam mobil. Aksi tersebut langsung menuai kritik karena dinilai tidak mencerminkan keteladanan seorang aparat, terlebih saat kendaraan masih melaju di jalan umum.
Teguran dari warga muncul karena pengemudi dianggap melanggar aturan saat berkendara. Namun, respons yang terekam justru memancing sorotan baru karena dianggap tidak kooperatif dan tidak menunjukkan sikap menerima masukan.
Dalam keterangan unggahan, perekam menuliskan bahwa polisi itu sudah berpangkat AKBP. Ia juga menyebut sang oknum tetap merokok meski sudah ditegur, bahkan membalas dengan ucapan yang dinilai mengejek, termasuk tudingan “cemburu/iri”.
Perekam turut menyoroti pelanggaran lain yang terlihat jelas dalam video, yakni tidak digunakannya sabuk pengaman. Ia menuliskan bahwa aparat tersebut “nggak tahu aturan” dan menegaskan kembali bahwa pengemudi memang tidak memakai sabuk saat berkendara.
Respons warganet kemudian ikut menguatkan ramainya perdebatan di media sosial. Banyak komentar bernada kritik karena menilai tindakan tersebut tidak layak dilakukan oleh seorang polisi yang seharusnya memberi contoh di jalan raya.
Sebagian pengguna media sosial juga mempertanyakan alasan rekaman balasan dibuat. Mereka menilai tindakan itu tidak perlu jika tujuan utamanya adalah meredakan persoalan dengan tenang dan bijak.
Ada pula komentar yang menyinggung dampak perilaku seperti itu terhadap kepercayaan publik. Warganet menilai tindakan di ruang publik yang disaksikan banyak orang dapat merusak citra aparat, apalagi jika dilakukan oleh petugas berseragam.
Salah satu komentar yang muncul berbunyi, “Bapaknya ikut ngerekam buat apaan pak?” Komentar lain menyinggung bahwa fasilitas yang digunakan aparat berasal dari pajak masyarakat.
Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait identitas maupun tindak lanjut terhadap oknum dalam video tersebut. Rekaman yang terlanjur menyebar itu masih menjadi bahan perbincangan tentang disiplin aparat di jalan raya.
Source: www.suara.com