Operasional Haji Ditutup, 1,7 Juta Jemaah dari 165 Negara Selesaikan Ibadah dengan Lancar

Operasional haji di Arab Saudi resmi ditutup setelah seluruh rangkaian layanan dan pengamanan musim haji 1447 Hijriah/2026 dinyatakan berjalan sukses. Penutupan itu menandai selesainya fase penyelenggaraan bagi 1,7 juta lebih jemaah yang telah menuntaskan ibadah di Tanah Suci.

Kepastian tersebut disampaikan Wakil Gubernur Wilayah Mekkah sekaligus Wakil Ketua Komite Tetap Haji dan Umrah, Pangeran Saud bin Mishaal bin Abdulaziz. Ia menyebut para jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan lancar berkat pengelolaan yang terkoordinasi.

Skala penyelenggaraan yang sangat besar

Otoritas statistik Arab Saudi mencatat total jemaah haji tahun ini mencapai 1.707.301 orang. Dari jumlah itu, 1.546.655 jemaah datang dari 165 negara, sedangkan 160.646 lainnya merupakan jemaah domestik dari Arab Saudi.

Komposisi tersebut menunjukkan besarnya operasi yang harus dijalankan dalam waktu singkat. Mobilitas jemaah, layanan kesehatan, dan keamanan menjadi unsur utama agar seluruh rangkaian ibadah tetap berjalan tanpa gangguan berarti.

Rangkaian ibadah berlangsung enam hari

Pelaksanaan haji dimulai pada Senin, 25 Mei 2026, ketika jemaah bergerak menuju Mina di wilayah barat Arab Saudi. Pada tahap awal ini, pengamanan dan layanan diperketat untuk menjaga kelancaran perpindahan jemaah di titik-titik penting.

Selama enam hari pelaksanaan, jemaah menjalani tahapan utama seperti wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, melempar jumrah di Mina, dan tawaf wada di Masjidil Haram, Makkah. Rangkaian haji 1447 Hijriah dijadwalkan berakhir pada Sabtu, 30 Mei 2026.

Capaian tahun ini dan perbandingannya

Jumlah jemaah tahun ini lebih tinggi dibandingkan musim haji 2025 yang tercatat sebanyak 1.673.230 orang. Meski begitu, angka tersebut masih berada di bawah musim haji 2024 yang diikuti lebih dari 1,83 juta jemaah.

Perubahan jumlah dari tahun ke tahun memperlihatkan dinamika penyelenggaraan haji yang terus bergerak. Dalam kondisi itu, perhatian utama Arab Saudi tetap tertuju pada kapasitas layanan agar setiap jemaah dapat menjalani ibadah sesuai jadwal.

Tanggung jawab yang belum berakhir

Pangeran Saud menegaskan bahwa keberhasilan haji tidak berhenti ketika musim ibadah selesai. Ia menyebut fase ini justru menjadi awal dari tanggung jawab berikutnya dalam melayani Islam dan umat Muslim di seluruh dunia.

Pernyataan itu menegaskan bahwa penyelenggaraan haji bukan hanya agenda tahunan, tetapi juga ujian kesinambungan layanan dan kesiapan institusi negara. Dengan jemaah yang datang dari 165 negara, pengelolaan haji kembali menjadi tugas besar yang menuntut koordinasi penuh hingga seluruh jemaah kembali ke negara masing-masing.

Source: www.viva.co.id

Baca Juga

Back to top button