Pelaku yang diduga memukul peserta One Run Jogja 10K di Kota Yogyakarta sudah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Di saat yang sama, polisi tetap menelusuri dugaan penganiayaan yang sempat mengganggu jalannya lomba lari tersebut.
Kasus ini mencuat setelah video kejadian beredar luas di media sosial. Peristiwa itu terjadi di dekat area water station di Jalan Mataram dan membuat perhatian publik tertuju pada keamanan peserta saat event olahraga berlangsung di ruang publik.
Korban diketahui berinisial YG, 21, yang saat itu sedang mengikuti One Run Jogja 10K. Menurut kepolisian, YG dipukul secara tiba-tiba ketika berhenti untuk mengambil air minum.
Kasihumas Polresta Yogyakarta, Iptu Dani HS, membenarkan kejadian itu berlangsung sekitar pukul 06.30 WIB. Akibat pukulan tersebut, korban mengalami nyeri di bagian kepala, leher, dan pundak.
Setelah insiden, YG sempat mendatangi tim medis untuk mendapat kompres. Meski begitu, korban tetap melanjutkan lomba sampai selesai.
Kepolisian menyebut aduan korban sudah diterima dan penyelidikan masih berjalan. Satreskrim Polresta Yogyakarta kini menindaklanjuti kasus itu untuk mendalami dugaan penganiayaan yang terjadi di lokasi lomba.
Berdasarkan informasi yang beredar, kejadian berawal ketika seorang pria yang sedang emosi mendatangi area lintasan pelari. Dalam narasi yang muncul di media sosial, pria itu disebut baru saja terlibat cekcok dengan pasangannya.
Situasi kemudian memanas setelah salah satu pelari yang melintas diduga melontarkan kata-kata yang menyinggung kejadian tersebut. Pria itu lalu melempar helm ke arah tenda water station dan memukul salah satu peserta yang sedang lewat.
Petugas kepolisian lalu lintas dan Dinas Perhubungan yang berada di lokasi segera turun tangan. Mereka mengendalikan keadaan hingga pria tersebut meninggalkan area lomba.
Identitas pelaku juga muncul dalam unggahan di media sosial resmi Polresta Yogyakarta. Pelaku yang disebut bernama Edo menyampaikan permintaan maaf kepada korban, para peserta One Run Jogja 10K, dan masyarakat Yogyakarta.
Dalam pernyataan resminya, Edo menyatakan tidak akan mengulangi perbuatannya. Polresta Yogyakarta pun mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga ketertiban umum, terutama saat ada kegiatan olahraga dan acara publik yang menghadirkan banyak orang.
Source: mediaindonesia.com