Pengaturan 1080p Ini Bikin Gothic 1 Remake Tetap Enak Di PC Lawas, Kuncinya Ada Di Upscaling

Bagi pemain yang ingin menaklukkan Gothic 1 Remake di PC kelas bawah, kabar baiknya masih ada ruang untuk bernapas. Dengan pengaturan yang tepat, game ini disebut tetap nyaman dijalankan pada resolusi 1920 x 1080 tanpa harus mengorbankan kualitas visual secara berlebihan.

Yang membuatnya menarik, pendekatan yang paling masuk akal bukan sekadar menurunkan semua opsi ke level terendah. Kombinasi yang disarankan justru menekan beban GPU di titik yang paling efektif, sehingga performa tetap terjaga dan tampilan tidak kehilangan banyak detail penting.

Kebutuhan hardware jadi alasan kenapa setelan perlu diatur

Gothic 1 Remake tergolong berat untuk PC, terutama bila ingin memakai pengaturan yang lebih tinggi. Game ini disebut membutuhkan GPU dengan VRAM minimal 8GB, sehingga pemilik perangkat lawas memang perlu lebih cermat saat memilih opsi grafis.

Di kubu Nvidia, kelas GPU yang masuk daftar itu mencakup GeForce RTX 2070, 2080, 3060, 3070, 4060, hingga RTX 5050 dan 5060. Sementara dari AMD, yang disebut adalah Radeon RX 6600 XT, 6700 XT, dan 7600, lalu Intel menempatkan Arc B570 dan B580 di kategori serupa.

Setting layar yang paling aman untuk 1080p

Untuk tampilan dasar, mode Fullscreen menjadi pilihan utama dengan resolusi 1920 x 1080. Opsi Display dibiarkan Default, VSync dimatikan, batas frame rate dibuat Unlimited, gamma diatur 2.2, dan field of view berada di angka 75.

Susunan ini memberi ruang performa lebih besar bagi GPU. Fullscreen dipakai demi stabilitas, sedangkan VSync dimatikan agar tidak menambah beban yang sebenarnya tidak diperlukan pada skenario ini.

Upscaling menjadi kunci utama performa

Bagian terpenting ada pada temporal upscaling. Pengguna Nvidia disarankan memakai DLSS 4.5, sedangkan pengguna AMD dapat memilih FSR 3.1.4, dan keduanya diarahkan ke mode Quality.

Mode tersebut menjaga tampilan tetap tajam sambil membantu meningkatkan performa dibanding rendering native penuh. Frame Generation justru disarankan tetap Off untuk konfigurasi ini, karena target performanya sudah dianggap cukup baik di kisaran 60 FPS.

Namun, perangkat yang lebih lemah masih punya ruang penyesuaian. Untuk kelas bawah, preset Low disebut bisa menjadi pilihan, lalu Frame Generation baru dipakai bila diperlukan untuk mengejar kelancaran.

Detail grafis yang tetap seimbang

Untuk kualitas render utama, preset Medium menjadi pilihan yang paling realistis. Hampir semua komponen visual juga ditempatkan di level yang sama agar beban game tidak timpang di satu sisi saja.

View distance quality dibuat Medium, begitu pula anti-aliasing quality, shadow quality, global illumination quality, reflection quality, post-processing quality, texture quality, effects quality, foliage quality, shading quality, dan landscape quality. Satu-satunya yang diturunkan ke Low adalah wind quality agar beban keseluruhan lebih ringan tanpa merusak tampilan secara signifikan.

Dengan komposisi itu, PC kelas menengah yang memiliki VRAM minimal 8GB disebut masih bisa menjalankan game di atas 60 FPS pada 1080p. Jika kualitas dinaikkan ke High, game tetap berjalan, tetapi frame rate diperkirakan turun ke kisaran 50 sampai 55 FPS.

Pengaturan latensi dan efek visual

Untuk urusan respons, Nvidia Streamline Reflex direkomendasikan dalam posisi On. Sebaliknya, Nvidia Reflex Boost justru dimatikan agar konfigurasi tetap fokus pada efisiensi yang diperlukan.

Di sisi post-processing, motion blur intensity dan bloom intensity sama-sama diatur 50. Depth of field intensity dipangkas ke 0, ambient occlusion intensity berada di 50, dan sharpening intensity dinaikkan ke 60.

Pendekatan ini menjaga efek visual tetap ada, tetapi elemen yang berpotensi mengurangi kejernihan gambar ditekan. Warna keseluruhan pun dibuat netral agar tampilan tetap dekat dengan visual dasar game.

Masih ada ruang untuk penyesuaian akhir

Untuk color correction, saturation, contrast, dan brightness semuanya dibiarkan di 0. Extra Interior Exposure juga tetap pada Default, sehingga tampilan dasar tidak bergeser terlalu jauh dari setelan awal.

Pemain masih bisa mengubah beberapa bagian jika ingin hasil yang lebih sesuai dengan monitor atau selera masing-masing. Mode upscaling juga masih bisa digeser dari Quality ke Balanced atau Performance bila prioritas utamanya adalah frame rate.

Soal VSync, opsi ini baru layak diaktifkan jika monitor yang dipakai tidak mendukung Nvidia G-Sync atau AMD FreeSync. Jika monitor sudah mendukung salah satu teknologi tersebut, VSync lebih aman tetap dimatikan agar performa dan respons kontrol tidak tertahan.

Source: tech.sportskeeda.com

Baca Juga

Back to top button