Motorola Razr Fold menempatkan urusan daya sebagai salah satu daya tarik utamanya. Ponsel lipat bergaya buku ini membawa pengisian kabel 80W, pengisian nirkabel 50W, dan reverse wireless charging 5W dalam satu paket.
Kombinasi itu membuatnya terasa serius untuk kelas foldable premium. Di perangkat dengan layar besar, performa tinggi, dan pemakaian intensif, baterai yang cepat terisi memang menjadi nilai penting, bukan sekadar tambahan fitur.
Motorola membekali Razr Fold dengan baterai silicon-carbon berkapasitas 6.000mAh. Kapasitas besar ini dipasangkan dengan sistem pengisian yang dirancang agar ponsel bisa kembali siap dipakai dalam waktu singkat, asalkan pengguna memakai charger USB-C yang mendukung kemampuannya.
Sorotan terbesar ada pada dukungan 80W saat diisi lewat kabel. Di sisi lain, pengisian nirkabel 50W memberi fleksibilitas lebih bagi pengguna yang ingin mengisi daya tanpa kabel.
Ada juga reverse wireless charging 5W yang membuat perangkat ini bisa dipakai untuk mengisi perangkat kecil lain. Earbud nirkabel, misalnya, dapat diisi langsung dari bodi ponsel saat dibutuhkan.
Meski angka pengisian dayanya tinggi, kemampuan maksimal itu tetap bergantung pada perangkat pengisi daya yang digunakan. Tanpa charger yang sesuai, Razr Fold tidak selalu bisa mencapai 80W untuk kabel atau 50W untuk pengisian nirkabel.
Daya tahan baterainya juga mendapat catatan positif. Android Central, melalui ulasan Derrek Lee, menyebut baterai Razr Fold bisa bertahan lebih dari satu hari dalam sekali pengisian penuh.
Hal itu selaras dengan karakter perangkatnya yang memang ditujukan untuk pemakaian berat. Razr Fold disebut sebagai ponsel lipat book-style pertama dari Motorola, sehingga wajar jika sektor daya mendapat perhatian besar sejak awal.
Beban itu muncul juga dari sisi layar. Razr Fold membawa panel lipat LTPO pOLED 8,1 inci dengan refresh rate 120Hz dan tingkat kecerahan puncak hingga 6.200 nits, lalu layar penutup LTPO pOLED 6,6 inci dengan refresh rate 165Hz dan kecerahan puncak sampai 6.000 nits.
Untuk menopang paket tersebut, Motorola menanamkan Qualcomm Snapdragon 8 Gen 5. Perangkat ini juga hadir dengan RAM 16GB LPDDR5X dan penyimpanan 512GB UFS 4.1, ditambah dukungan stylus.
Dengan kombinasi itu, Razr Fold tampak disiapkan bukan hanya sebagai perangkat lipat yang menarik secara desain. Motorola juga menyandingkannya dengan build yang ramping namun tetap tangguh, kamera yang kuat, serta dukungan perangkat lunak jangka panjang.
Di bagian lain, perangkat ini juga disebut membawa dua layar LTPO OLED yang cerah dan setup kamera utama triple-lens. Seluruh paket tersebut menempatkan Razr Fold sebagai foldable flagship yang menonjol lewat kecepatan isi ulang, kapasitas baterai besar, dan daya tahan yang ikut diperhitungkan sejak awal.
Source: www.androidcentral.com




