Sorotan terhadap konten bertema “plenger” milik kreator TikTok Xander belum mereda meski permintaan maaf sudah disampaikan. Banyak warganet tetap menilai unggahan itu menyinggung kelompok disabilitas dan anak berkebutuhan khusus.
Xander, yang dikenal lewat akun @violettaaxandrea, akhirnya muncul dengan video klarifikasi di TikTok. Dalam video itu, ia mengakui kesalahan, menyatakan penyesalan, dan meminta maaf secara terbuka atas konten yang telah dibuatnya.
Permintaan maaf yang disampaikan
Dalam klarifikasinya, Xander secara langsung menyebut bahwa pembuatan konten tersebut telah melukai perasaan sejumlah pihak. Ia juga meminta kesempatan untuk memperbaiki diri setelah unggahan itu menuai kritik keras.
“Aku mau minta maaf atas tindakan aku dalam pembuatan konten sehingga banyak menyinggung pihak disabilitas dan anak berkebutuhan khusus,” ujarnya.
Ia kemudian menegaskan penyesalannya dan berjanji tidak akan mengulangi tindakan serupa. “Aku memohon maaf dan aku sangat menyesal atas semua yang aku lakukan dan aku berjanji tidak akan mengulangi lagi,” ucapnya.
Masih ada video serupa di akun
Selain soal permintaan maaf, Xander juga memberi penjelasan mengenai mengapa beberapa video serupa masih terlihat di akun TikTok miliknya. Menurut dia, konten itu belum bisa dihapus sepihak karena masih terikat kerja sama dengan pihak brand tertentu.
“Mohon maaf jika beberapa VT masih ada dikarenakan kontrak kerja sama dengan brand dan tidak bisa aku hapus sepihak,” jelasnya.
Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa sebagian konten yang sudah terlanjur tayang belum sepenuhnya bisa dihilangkan dari akun yang bersangkutan. Namun, alasan itu belum cukup untuk meredam kritik yang sudah lebih dulu mengalir di media sosial.
Warganet masih menolak memaafkan
Reaksi publik setelah klarifikasi tetap keras. Sebagian pengguna media sosial menilai permintaan maaf itu tidak cukup, karena konten yang dipersoalkan dianggap bukan hanya satu unggahan, melainkan bagian dari pola yang berulang.
Seorang warganet menulis bahwa konten yang dipermasalahkan muncul dalam banyak unggahan lain di akun tersebut. “Bukan 1 video loh tapi semua konten dia hampir kayak gitu semua,” tulis salah satu komentar.
Ada juga pengguna yang menyoroti pihak brand yang bekerja sama dengan kreator itu. Mereka mempertanyakan mengapa konten seperti itu bisa disetujui untuk dipublikasikan sejak awal.
“Heran sama brand-nya juga, kok di-ACC konten begitu hadehhh,” tulis komentar lainnya.
Di sisi lain, ada pula warganet yang dengan tegas menyatakan belum bisa menerima permintaan maaf tersebut. “Nggak mau maafin, soalnya bikin sakit hati,” tulis komentar lain yang ikut memperlihatkan besarnya kekecewaan publik.
Sorotan terhadap kasus ini menunjukkan bahwa publik kini semakin sensitif terhadap konten yang dianggap menyentuh kelompok rentan. Meski Xander sudah meminta maaf dan berjanji tidak mengulanginya, perbincangan soal isi konten, dampaknya terhadap ABK, serta peran brand dalam kerja sama promosi masih terus ramai dibahas.
Source: www.suara.com