Club Brugge menutup musim dengan kemenangan yang bukan hanya besar, tetapi juga sarat makna. Di kandang sendiri, juara bertahan itu melumat KAA Gent 5-0 dan mengirim pesan bahwa mereka tetap menjaga standar tinggi sampai laga terakhir.
Hasil tersebut juga memberi warna emosional yang kuat karena pertandingan itu menjadi penampilan terakhir Simon Mignolet sebagai pemain. Di tengah suasana perpisahan itu, Club Brugge justru tampil sangat dominan dan tidak memberi ruang bagi Gent untuk berkembang.
Sejak awal laga, tim tuan rumah langsung mengambil kendali permainan. Forbs membuka jalan kemenangan, lalu Tresoldi tampil paling mencolok dengan torehan hattrick, sebelum Tzolis menambah satu gol lagi untuk memastikan skor akhir 5-0.
Kemenangan telak itu menunjukkan perbedaan kualitas yang terlihat jelas sepanjang pertandingan. Gent tidak mampu membalas satu gol pun, sementara Club Brugge terus menekan hingga peluit panjang berbunyi.
Sebelum duel bertajuk Slag om Vlaanderen itu, Ivan Leko sudah menegaskan bahwa timnya ingin menutup musim dengan hasil terbaik. Ia menyebut para pemain telah bekerja keras dalam beberapa bulan terakhir dan ingin mengakhiri rangkaian itu dengan performa maksimal bersama staf pelatih.
Leko juga menekankan bahwa status juara tidak mengubah pendekatan tim. Ia tetap ingin menang, dan target itu tidak berubah meski persiapan berjalan sedikit berbeda dari biasanya.
Momen perpisahan Mignolet menambah bobot laga ini bagi tuan rumah. Leko bahkan menyinggung secara terbuka bahwa pertandingan melawan Gent adalah penampilan terakhir sang kiper, sehingga kemenangan menjadi cara yang pantas untuk menutup perjalanan panjangnya.
Bagi para pendukung Club Brugge, hasil besar ini menjadi penutup yang ideal untuk salah satu figur penting di skuad. Mignolet mendapat akhir karier yang sejalan dengan status dan kontribusinya di klub.
Di sisi lain, kekalahan ini membuat KAA Gent harus puas finis di peringkat kelima klasemen akhir. Meski begitu, peluang mereka untuk tampil di kompetisi Eropa belum tertutup karena mereka masih berhak masuk ke babak barrage.
Gent akan menghadapi Genk di fase tersebut. Kelolosan mereka ke babak itu juga terbantu oleh kekalahan Mechelen dari STVV, sehingga asa untuk ke panggung Eropa masih tetap hidup meski hasil di kandang Club Brugge sangat menyakitkan.
Bagi Club Brugge, pertandingan ini menyatukan banyak hal dalam satu malam: ambisi yang tetap terjaga, permainan yang rapi, dan penghormatan untuk seorang pemain yang berpamitan. Mereka menutup babak Champions’ Play-Offs dengan kemenangan besar sekaligus dengan cara yang terasa sangat lengkap.