Pilihan Perspektif Pemain Terbelah Di Grace, 60 Persen Tetap Di FPS Dan Pola Berbeda Muncul Di Tiap Wilayah

Pilihan sudut pandang di Resident Evil Requiem ternyata tidak berhenti pada soal kenyamanan bermain. Data awal yang dibagikan Akifumi Nakanishi memperlihatkan bahwa respons pemain terhadap Grace dan Leon berjalan sangat berbeda, dan perbedaan itu ikut dipengaruhi platform serta wilayah.

Pada chapter Grace, sekitar sebulan setelah rilis, 60 persen pemain memilih mode FPS, sementara 40 persen beralih ke TPS. Angka itu menunjukkan bahwa sebagian besar pemain tetap ingin merasakan horor Grace dari sudut pandang orang pertama, tetapi porsi yang pindah ke third person juga tidak kecil.

Perbedaan yang lebih mencolok justru terlihat saat bermain sebagai Leon. Untuk playthrough pertama, sekitar 90 persen pemain memakai mode TPS, sehingga preferensi terhadap sudut pandang ini jauh lebih dominan dibandingkan pada chapter Grace.

Pola tersebut sejalan dengan arah desain Resident Evil Requiem yang memang memberi dua pendekatan berbeda lewat dua protagonis. Leon diarahkan ke gaya yang lebih aksi, sedangkan Grace dibangun untuk menghadirkan nuansa horor yang lebih menekan ketika dimainkan dari sudut pandang orang pertama.

Bagi Grace, first person membuat suasana terasa lebih sesak dan kacau. Sebaliknya, third person memberi jarak yang lebih aman dari tekanan horor, sekaligus menghadirkan sudut pandang yang terasa lebih akrab bagi sebagian pemain.

Nakanishi juga menekankan bahwa hasil itu tidak sama jika dilihat dari platform dan region. Pemain di Jepang dan wilayah Asia lain cenderung lebih menyukai game TPS, sedangkan jumlah pemain yang memilih FPS meningkat di PC.

Pola itu menunjukkan bahwa kebiasaan bermain ikut membentuk cara pemain menghadapi pilihan perspektif yang tersedia. Masato Kumazawa menambahkan bahwa genre yang sudah akrab bagi pemain menjadi faktor penting, dan menurutnya hasil sejauh ini pada dasarnya sudah sesuai dengan ekspektasi tim pengembang.

Angka 40 persen yang memilih third person saat memainkan Grace memperlihatkan bahwa pemain tidak hanya mencari rasa takut, tetapi juga mencari cara bermain yang terasa paling nyaman. Di saat yang sama, data pada Leon memperlihatkan bahwa third person tetap punya daya tarik besar ketika game mendorong pengalaman yang lebih mendekati aksi.

Baca Juga

Back to top button