Populasi Kuda Laut Sydney Nyaris Habis, Habitat Pesisirnya Terus Ditekan Aktivitas Manusia

Penurunan jumlah kuda laut Sydney kini menjadi sinyal serius bagi kondisi ekosistem pesisir Australia. Spesies bernama ilmiah Hippocampus whitei itu tercatat masuk daftar terancam punah dalam IUCN Red List setelah populasinya anjlok sangat tajam akibat tekanan aktivitas manusia.

Angka penurunannya diperkirakan mencapai 95 hingga 98 persen dalam rentang 2006 hingga 2015. Kondisi tersebut membuat kuda laut Sydney berada dalam situasi yang rentan, terutama karena hidupnya sangat bergantung pada habitat pesisir yang stabil.

Hidup di wilayah dangkal yang mudah terganggu

Kuda laut Sydney tersebar di sejumlah wilayah seperti Kepulauan Solomon, Afrika Selatan, New South Wales, Queensland, dan kawasan Sydney di Australia. Namun, hewan kecil ini paling erat dikaitkan dengan padang rumput laut yang menjadi tempat menempel, bersembunyi, dan mencari makan.

Selain rumput laut, kuda laut Sydney juga bisa ditemukan di area karang dan bebatuan. Meski begitu, habitat utamanya tetap berada di lingkungan pesisir dangkal dengan kedalaman jelajah sekitar 25 meter, sehingga perubahan kecil di kawasan tersebut langsung memengaruhi kehidupannya.

Saat habitat rusak, dampaknya tidak berhenti pada hilangnya tempat tinggal. Kuda laut Sydney juga kehilangan ruang untuk berburu, berkamuflase, dan menghindari pemangsa.

Tubuh kecil dengan kamuflase yang kuat

Menurut Reef Life Survey, panjang maksimal kuda laut Sydney mencapai sekitar 13 sentimeter. Bentuk tubuhnya mengikuti ciri khas kuda laut pada umumnya, seperti moncong panjang, badan memanjang, mata besar, serta duri di kepala dan punggung.

Warna tubuhnya sangat beragam, mulai dari putih, abu-abu gelap, kuning, kecokelatan, hingga jingga. Variasi warna itu membantu hewan ini menyatu dengan lingkungan sekitar, terutama saat menempel di rumput laut.

Strategi tersebut menjadi kunci bertahan hidup karena kuda laut Sydney tidak mengandalkan kecepatan berenang. Spesies ini lebih sering diam dan menunggu kesempatan saat berada di dekat mangsa atau saat perlu menghindari ancaman.

Makanan bergantung pada kondisi lingkungan

Kuda laut Sydney memakan krustasea kecil, termasuk harpacticoid, caprellid, cyclopoid copepoda, amphipoda, udang, mysid, dan bahkan kuda laut yang lebih kecil. Informasi dari JungleDragon menyebutkan bahwa spesies ini tidak memiliki alat berburu khusus.

Karena tidak dibekali kemampuan berburu aktif, kuda laut Sydney mengandalkan kamuflase dan kesabaran ketika mangsa mendekat. Cara makan seperti ini membuat kualitas habitat sangat menentukan, sebab kerusakan lingkungan bisa langsung mengurangi peluangnya memperoleh makanan.

Ketika rumput laut berkurang atau mutu perairan menurun, kuda laut Sydney ikut kesulitan bertahan. Situasi itu menunjukkan bahwa ancaman terhadap spesies ini bukan hanya soal jumlah individu, melainkan juga hilangnya ekosistem yang menopangnya.

Reproduksi unik, tetapi tidak cukup menahan tekanan

Kuda laut Sydney termasuk spesies ovovivipar dengan proses reproduksi yang khas. Setelah kawin, telur berkembang di tubuh betina sebelum dipindahkan ke tubuh jantan melalui organ bernama ovipositor.

Laman iNaturalist menjelaskan bahwa jantan mengandung selama sekitar tiga minggu sebelum melahirkan 100 hingga 250 anakan. Anak-anak kuda laut itu tumbuh cepat dan dapat hidup mandiri tidak lama setelah lahir.

Siklus reproduksi yang relatif cepat sebenarnya memberi peluang untuk menjaga populasi. Namun, tekanan habitat yang terus berlangsung membuat kemampuan alami itu tidak cukup kuat untuk menahan laju penurunan jumlahnya.

Tekanan manusia terus membayangi

IUCN Red List menempatkan kuda laut Sydney sebagai spesies terancam karena populasinya terus menurun. Jumlah pasti individu liar yang masih tersisa belum diketahui dengan jelas, tetapi kondisi spesies ini dinilai sangat memprihatinkan.

Kerusakan habitat, limbah, polusi laut, aktivitas nelayan, dan pembangunan infrastruktur pesisir menjadi faktor utama yang menekan keberadaannya. Semua gangguan itu terjadi di wilayah yang justru menjadi ruang hidup utama bagi kuda laut Sydney.

Saat ini spesies tersebut berada dalam pengawasan ketat sebagai hewan dilindungi. Selama habitat pesisir masih terus terganggu, kuda laut Sydney akan tetap berada di jalur rawan kepunahan.

Source: www.idntimes.com
Exit mobile version