PROLANIS Bantu Peserta JKN Lebih Tertib Memantau Hipertensi dan Diabetes, Keluhan Berkurang

Bagi peserta JKN dengan penyakit kronis, stabilnya kondisi tubuh sering bergantung pada kedisiplinan menjaga pola hidup dan memantau kesehatan secara rutin. PROLANIS yang dijalankan BPJS Kesehatan memberi ruang itu, sehingga peserta tidak hanya mengandalkan obat, tetapi juga mendapat pendampingan untuk lebih peka terhadap perubahan pada tubuhnya.

Program Pengelolaan Penyakit Kronis ini menjadi penting bagi peserta yang hidup dengan hipertensi dan diabetes. Di tengah aktivitas harian yang padat, pemantauan teratur membantu penyakit tetap terkendali dan membuat peserta lebih tenang dalam menjalani rutinitas.

Iko, 38 tahun, merasakan manfaat tersebut setelah lebih dari satu tahun mengikuti PROLANIS. Sebelum aktif di program ini, ia kerap mengalami kenaikan tekanan darah secara tiba-tiba dan kondisi kesehatannya tidak stabil.

Setelah rutin mengikuti kegiatan PROLANIS, Iko melihat perubahan yang jelas pada tubuhnya. “Selama mengikuti program ini, saya merasakan perubahan yang cukup signifikan terhadap kondisi saya. Sekarang tensinya jadi lebih terkontrol,” ujar Iko.

Keluhan yang dulu sering muncul juga kini lebih jarang dirasakan. Kondisi yang lebih terjaga membuat Iko tetap bisa beraktivitas dengan lebih bugar, termasuk menjalani olahraga ringan seperti futsal dan lari.

Manfaat lain dirasakan Zainudin, 44 tahun, yang terdiagnosis diabetes. Ia baru mengetahui penyakit itu setelah menjalani medical check up di tempat kerjanya, lalu mulai lebih waspada terhadap kondisi kesehatannya.

Meski sibuk, Zainudin tetap berupaya mengikuti kegiatan PROLANIS. Dari program tersebut, ia belajar untuk lebih hati-hati menjaga pola hidup dan memantau kondisi tubuh secara teratur agar penyakit tidak semakin memburuk.

Menurut Zainudin, pemantauan kesehatan lewat Mobile JKN juga sangat membantu. Cara itu membuatnya lebih mudah mengatur kebiasaan sehat dan menjaga kondisi agar tetap stabil.

“Kalau sekarang sih saya coba lebih hati-hati sama kondisi kesehatan ya, biar tetap stabil juga, apalagi kemarin diajarin untuk pantau kesehatan lewat Mobile JKN aja, jadi lebih mudah dan saya juga lebih bisa teratur untuk maintain pola hidup,” terangnya.

Ia menilai pengaturan pola makan dan pemantauan kesehatan harus berjalan bersama. Karena itu, ia berusaha lebih disiplin dalam menjalani aktivitas sehari-hari agar penyakit di dalam tubuh tidak berkembang makin buruk.

Bagi Iko dan Zainudin, layanan kesehatan yang mereka terima selama menjadi peserta JKN memberi dampak langsung dalam kehidupan sehari-hari. Pengalaman itu membuat keduanya merasa perlindungan kesehatan dari program tersebut benar-benar hadir dan membantu masyarakat.

Keduanya juga berharap PROLANIS tetap berjalan dan manfaatnya bisa dirasakan lebih luas. Zainudin bahkan berharap BPJS Kesehatan terus menghadirkan inovasi yang tidak hanya menyasar peserta dengan penyakit kronis, tetapi juga peserta lain.

“Harapannya ke depan program seperti PROLANIS bisa terus ada dan semakin banyak inovasi BPJS Kesehatan yang membantu masyarakat, mungkin tidak hanya ke peserta yang terdiagnosis penyakit kronis, tapi juga ke peserta yang lain,” ujarnya.

PROLANIS menunjukkan bahwa pengelolaan penyakit kronis tidak berhenti pada pemberian obat. Pendampingan rutin, pemantauan kesehatan, dan kebiasaan hidup yang tertata menjadi bagian penting agar peserta JKN bisa menjalani hari-hari dengan kondisi yang lebih terkontrol.

Source: finansial.bisnis.com
Exit mobile version