Pura-Pura Jadi Anak 12 Tahun Selama 14 Bulan, Wanita Brasil Ini Kini Ditahan Polisi

Kasus perempuan Brasil yang menyamar sebagai anak berusia 12 tahun selama 14 bulan kini berkembang menjadi penyelidikan yang jauh lebih luas. Bukan hanya soal satu keluarga yang merasa tertipu, aparat juga menelusuri dugaan pola serupa di sedikitnya tujuh negara bagian di Brasil.

Perempuan itu diidentifikasi polisi sebagai Amanda Maria Souza de Oliveira. Dalam penyamarannya, ia memakai nama Gabriela dan mengaku sebagai anak yang kabur dari keluarga abusif.

Cerita itu membuka jalan bagi Amanda untuk mendekati seorang pendeta. Dari sana, ia mendapat simpati dari beberapa anggota komunitas gereja dan menerima bantuan uang.

Dukungan itu kemudian membawanya kepada sebuah keluarga yang bersedia menolong. Amanda akhirnya tinggal bersama keluarga tersebut dan menjalani kehidupan layaknya anak kecil di rumah mereka.

Selama berada di sana, keluarga bahkan merayakan ulang tahunnya sebagai ulang tahun ke-12. Mereka juga mulai mengupayakan proses adopsi karena percaya pada identitas yang ia tampilkan.

Kecurigaan mulai muncul ketika salah satu kerabat merasa ada hal yang tidak cocok. Penampilan dan perilaku Amanda dinilai tidak sepenuhnya sesuai dengan sosok anak berusia 12 tahun.

Untuk menjawab keraguan itu, Amanda disebut memberikan penjelasan bahwa wajah dewasanya disebabkan terapi hormon saat kecil dan kekerasan berat dari ayahnya. Namun alasan tersebut tidak membuat kegelisahan di lingkungan keluarga mereda.

Pemeriksaan daring yang dilakukan seorang kerabat kemudian menemukan sejumlah kasus lain yang dikaitkan dengan penyamarannya. Temuan itu dilaporkan ke aparat dan membuat arah penyelidikan berubah menjadi lebih besar.

Dari penelusuran lanjutan, polisi menyebut ada dugaan kejadian serupa di sedikitnya tujuh negara bagian di Brasil. Karena itu, kasus ini tidak lagi dipandang sebagai penipuan yang berdiri sendiri.

Amanda akhirnya mengaku kepada polisi saat menjawab pertanyaan penyidik. Ia kini ditahan di Penjara Perempuan Joinville sambil menghadapi proses hukum atas dugaan pencurian identitas dan penipuan.

Seorang hakim telah mengizinkan pemeriksaan psikiatris atas rekomendasi kuasa hukum. Pengacaranya menyebut ada kemungkinan masalah psikologis di balik tindakan Amanda dan hal itu dapat memengaruhi tingkat pertanggungjawaban pidana.

Kasus ini memperlihatkan bagaimana penyamaran yang berlangsung lama bisa menembus kepercayaan keluarga dan komunitas. Di saat yang sama, penyidik masih menelusuri seberapa luas dugaan penipuan yang dikaitkan dengan Amanda di berbagai wilayah Brasil.

Exit mobile version