Putri Kusuma Wardani sempat membuka peluang bagi Indonesia untuk membuat laga melawan Korea Selatan di Forum Horsens berjalan lebih panjang. Ia bahkan berhasil membawa An Se Young ke situasi yang menegangkan di gim pertama sebelum tunggal putri nomor satu dunia itu keluar sebagai pemenang 21-19, 21-5 dalam 40 menit.
Hasil itu langsung membuat Indonesia tertinggal sejak partai pembuka. Putri memang tidak bermain pasif, tetapi momen-momen krusial justru berpihak kepada wakil Korea Selatan saat pertandingan memasuki fase penentuan.
Di gim pertama, Putri tampil cukup berani dan beberapa kali memanfaatkan pukulan An Se Young yang tidak akurat. Duel berlangsung rapat karena Putri mampu menjaga jarak angka tetap dekat, termasuk lewat dropshot yang membuat lawannya berada dalam tekanan.
Situasi bahkan sempat mengarah ke peluang besar ketika skor menunjukkan 19-20. Pada titik itu, Putri masih punya kesempatan untuk menyamakan kedudukan dan memaksa gim pertama terus berlanjut lebih lama.
Namun, kesempatan tersebut tidak berhasil dikonversi menjadi poin. Bola pukulan Putri tidak melewati net, dan gim pertama tetap jatuh ke tangan An Se Young dengan skor tipis 21-19.
Tempo berubah total di gim kedua
Setelah jeda, An Se Young langsung menguasai jalannya pertandingan. Ia mengambil inisiatif lebih awal dan tidak memberi banyak ruang bagi Putri untuk keluar dari tekanan.
Awal gim kedua memperlihatkan perubahan besar dalam ritme permainan. An Se Young unggul 5-2, lalu terus menekan dengan tempo tinggi yang membuat Putri kesulitan mengembangkan permainan.
Dominasi wakil Korea Selatan makin terasa ketika ia merangkai sembilan poin beruntun. Dari posisi 7-2, keunggulannya melesat menjadi 16-3 sebelum akhirnya menutup gim kedua dengan kemenangan telak 21-5.
Implikasi bagi Indonesia
Kekalahan Putri membuat Indonesia harus mengejar ketertinggalan dalam duel melawan Korea Selatan. Dengan hasil dari partai pertama ini, perhatian tim langsung bergeser ke sektor berikutnya untuk menjaga peluang tetap terbuka.
Partai kedua dijadwalkan mempertemukan ganda putri Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma dan Amallia Cahaya Pratiwi, dengan pasangan Korea Selatan Baek Ha Na dan Lee So Hee. Laga tersebut menjadi penting karena hasilnya akan sangat menentukan asa Indonesia di pertandingan tim ini.
Perlawanan Putri pada gim pertama menunjukkan bahwa celah untuk menekan An Se Young memang sempat terbuka. Tetapi ketika lawan menemukan ritme terbaiknya, duel berubah arah dengan cepat dan berakhir jauh lebih berat bagi wakil Indonesia.