Raheem Sterling Diperiksa Polisi Usai Lamborghini Menabrak Pembatas Tol M3, Diduga Terlibat Narkoba

Sebuah Lamborghini yang dikendarai Raheem Sterling menabrak pembatas jalan di tol M3, Hampshire, dan insiden itu langsung menyeret nama sang pesepak bola ke pemeriksaan polisi. Aparat kemudian menahan seorang pria berusia 31 tahun atas dugaan pelanggaran yang berkaitan dengan kecelakaan tersebut, termasuk dugaan mengemudi di bawah pengaruh narkoba.

Kepolisian Hampshire menerima laporan sesaat sebelum pukul 09.00 pada Kamis pagi mengenai mobil tersebut yang menghantam pembatas jalan di jalur selatan dekat Minley Interchange. Polisi menegaskan tidak ada kendaraan lain yang ikut terlibat dan tidak ada korban luka dalam peristiwa itu.

Penyelidikan kini tidak hanya berfokus pada kecelakaan tunggal di tol itu, tetapi juga pada dugaan lain yang menyertainya. Petugas memeriksa kemungkinan mengemudi berbahaya, kepemilikan narkotika Kelas C, serta penolakan memberikan sampel kepada polisi.

Sterling, yang kini membela Feyenoord, dibebaskan dengan jaminan sambil menunggu proses hukum berlanjut. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihaknya terkait tuduhan yang masih dalam tahap pemeriksaan.

Status Sterling membuat kasus ini menyedot perhatian lebih besar karena ia termasuk nama besar dalam sepak bola Inggris. Pemain berusia 31 tahun itu pernah membela Liverpool, Manchester City, Chelsea, dan timnas Inggris.

Perjalanan kariernya dimulai di akademi Queens Park Rangers sebelum pindah ke Liverpool saat berusia 15 tahun. Namanya lalu semakin menonjol ketika menjadi bagian penting skuad Manchester City pada era Pep Guardiola.

Di level internasional, Sterling sudah mencatat 82 penampilan untuk Inggris sejak debut pada 2012. Ia juga masuk jajaran pemain utama Inggris yang mencapai final Euro 2020 sebelum kalah dari Italia lewat adu penalti.

Setelah tujuh musim bersama Manchester City, Sterling bergabung dengan Chelsea pada 2022. Namun performanya di Stamford Bridge tidak sepenuhnya kembali ke level terbaiknya.

Sterling sempat dipinjamkan ke Arsenal pada musim 2024/2025, tetapi kepindahan itu tidak berlanjut menjadi permanen. Kontraknya bersama Chelsea kemudian berakhir lewat kesepakatan bersama pada Januari lalu.

Feyenoord memberi Sterling kesempatan baru dengan merekrutnya secara gratis. Di klub Belanda itu, ia tercatat tampil delapan kali pada paruh kedua musim, sementara perhatian publik kini tertuju pada proses hukum yang sedang ia jalani.

Di Inggris, narkotika Kelas C mencakup sejumlah zat seperti obat penenang tertentu, steroid anabolik, gas tertawa atau nitrous oxide, hingga GHB. Polisi Hampshire masih menelusuri seluruh dugaan yang terkait dengan insiden di M3 tersebut.

Source: www.suara.com

Baca Juga

Back to top button