Raymond/Joaquin Hadapi Final Ketat di Istora, Joaquin Siapkan Nazar Lari Keliling Lapangan

Final Indonesia Open 2026 bukan hanya soal perebutan gelar bagi Raymond Indra/Nikolaus Joaquin. Partai puncak di Istora Gelora Bung Karno juga menjadi panggung bagi sebuah nazar unik yang sudah disiapkan Joaquin bila pasangan Indonesia itu berhasil menjadi juara.

Joaquin menyebut akan berlari keliling lapangan jika dirinya dan Raymond mampu menaklukkan pasangan Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin. Janji itu muncul saat ia membahas peluang mereka menjelang laga final yang akan digelar Minggu (7/6/2026) pukul 18.20 WIB.

Nazar yang disiapkan Joaquin

Di Istora GBK, Joaquin menyampaikan bahwa dirinya akan “lari-lari” di lapangan dan mengelilinginya apabila gelar benar-benar jatuh ke tangan mereka. Ungkapan itu menjadi bentuk semangat tambahan menjelang partai yang paling ditunggu di turnamen ini.

Raymond pun ternyata memiliki nazar sendiri untuk final tersebut. Meski begitu, ia memilih tidak mengungkap isi nazarnya ke publik.

Laga yang diprediksi ketat

Pertemuan Raymond/Joaquin dengan Goh/Nur diperkirakan berlangsung sengit. Kedua pasangan sama-sama punya kekuatan yang berimbang, sehingga peluang menang terbuka untuk keduanya.

Rekor pertemuan mereka juga menunjukkan persaingan yang rapat. Dari dua pertemuan sebelumnya, masing-masing pasangan pernah menang sekali.

Indonesia lebih dulu unggul melalui kemenangan Raymond/Joaquin di Australia Open 2025. Saat itu, mereka menang dua gim langsung dengan skor 21-15, 21-15.

Namun, pasangan Malaysia kemudian membalas di Indonesia Masters 2026. Goh/Nur menang dengan skor 21-19, 21-13 dan membuat catatan head to head kembali seimbang.

Dukungan Istora jadi dorongan penting

Sebagai wakil tuan rumah, Raymond/Joaquin berharap atmosfer Istora bisa membantu mereka tampil maksimal. Dukungan publik di arena itu dinilai menjadi energi tambahan untuk menghadapi pasangan peringkat delapan dunia tersebut.

Joaquin juga meminta badminton lovers datang langsung dan memberi dukungan. Ia menegaskan dirinya dan Raymond akan mencoba tampil all out demi hasil terbaik.

Indonesia masih punya peluang menambah gelar

Harapan Indonesia di final tidak hanya bertumpu pada sektor ganda putra. Jonatan Christie juga lolos ke partai puncak tunggal putra dan akan memperebutkan gelar melawan wakil Kanada, Victor Lai.

Kehadiran dua wakil di final membuat Indonesia berpeluang meraih dua gelar di hadapan publik sendiri. Situasi itu menambah bobot Indonesia Open 2026 sebagai momen penting bagi tuan rumah di Istora GBK.

Source: sport.detik.com
Exit mobile version