Rekor 13-1 Bawa Team Liquid PH Ke Puncak, Rival Duluan Dipaksa Siaga Di Playoffs

Panggung playoffs MPL Philippines Season 17 akan dimulai dengan sorotan besar tertuju pada Team Liquid Philippines. Status juara bertahan dan rekor 13-1 membuat mereka datang sebagai tim yang paling banyak diperhitungkan untuk menguasai fase gugur.

Keunggulan itu tidak muncul begitu saja. Team Liquid PH menutup musim reguler sebagai pemuncak klasemen dan langsung mengamankan tempat di upper bracket, meski mereka sempat kehilangan mantan pemain bintang di gold lane, Kiel “Oheb” Soriano.

Konsistensi menjadi alasan utama mengapa Team Liquid PH terlihat begitu stabil sepanjang musim. Sanford “Sanford” Vinuya, Karl “Karltzy” Nepomuceno, Jaypee “Jaypee” Dela Cruz, Alston “Sanji” Pabico, dan rookie Dave “TeddyQT” Viaña tampil sebagai fondasi permainan tim dari awal hingga akhir.

Awal musim mereka bahkan berjalan sangat meyakinkan. Team Liquid PH membuka kompetisi dengan delapan kemenangan beruntun sebelum akhirnya laju itu terhenti oleh satu-satunya kekalahan mereka di musim reguler.

Satu-satunya tim yang mampu menjatuhkan mereka adalah Team Falcons PH. Hasil itu menjadi penanda bahwa persaingan di papan atas tetap ketat, meski Team Liquid PH tetap menutup liga dengan catatan terbaik.

Team Falcons PH sendiri finis di posisi kedua dengan rekor 12-2 dan juga lolos ke upper bracket. Kekuatan mereka bertumpu pada Salic “Hadji” Imam di lini tengah, bersama David “Flaptzy” Canon, Kyle “Kyletzy” Sayson, Marco “Super Marco” Requitiano, dan Rowgien “Owgwen” Unigo.

Jalur playoff langsung menuntut ketahanan

Babak awal playoff tidak memberi ruang untuk lengah. Fase play-in mempertemukan peringkat ketiga Onic Philippines dengan Aurora Gaming PH, dua tim yang masih harus bertarung lebih dulu untuk menjaga langkah mereka di turnamen.

Onic Philippines datang dengan kekuatan Clayton “Savero” Kuswanto, pemain impor asal Indonesia. Di sisi lain, Aurora Gaming PH masuk ke babak ini sebagai runner-up musim lalu.

Pertandingan play-in lainnya mempertemukan Omega Esports yang finis di peringkat keempat dengan Twisted Gaming PH di posisi kelima. Dua duel itu menjadi pintu awal menuju persaingan yang lebih berat di fase gugur.

Hadiah besar ikut menaikkan tensi

Semua tim yang masih bertahan memperebutkan bagian dari total hadiah senilai 150.000 dolar AS atau sekitar 9,2 juta peso. Besarnya hadiah membuat setiap pertandingan di playoffs punya tekanan yang jauh lebih tinggi, terutama bagi tim yang harus melewati jalur lebih panjang.

Bagi Team Liquid PH dan Team Falcons PH, status upper bracket memberi keuntungan penting. Keduanya punya jalur yang lebih aman untuk menatap fase gugur, sementara tim lain harus bertanding lebih cepat untuk bertahan.

Dengan rekor 13-1, Team Liquid PH punya modal paling kuat untuk disebut unggulan utama. Namun, posisi itu tetap harus dibuktikan lagi di arena karena Team Falcons PH sudah menunjukkan bahwa mereka mampu menjadi ancaman terdekat.

Source: www.pojokpapua.id

Baca Juga

Back to top button