Lapangan Benteng menjadi pusat perhatian ketika ribuan pelari memenuhi MILO Activ Indonesia Race 2026 di Medan. Ajang ini mencatat lebih dari 7.300 peserta dan menjadikan kota tersebut lokasi paling ramai dalam rangkaian tahun ini.
Antusiasme itu terlihat dari dua kategori yang digelar, yaitu 5K dan Family Run 2,5K. Kehadiran peserta dalam jumlah besar mempertegas bahwa Medan memiliki daya tarik kuat sebagai ruang olahraga komunitas sekaligus kegiatan keluarga.
Kenaikan partisipasi di Medan juga berlangsung konsisten dalam tiga tahun terakhir. Pada 2024 jumlah peserta tercatat sekitar 3.000 orang, lalu meningkat menjadi 4.200 pada 2025, sebelum melesat tajam pada 2026.
Pertumbuhan tersebut mendapat perhatian dari pihak penyelenggara. Marketing Manager Beverages & Confectionery Business Unit PT Nestlé Indonesia, Alaa Shaaban, menilai perkembangan itu sebagai tanda bahwa olahraga semakin menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Medan.
Alaa juga menyebut program MILO Activ Indonesia yang diluncurkan pada 2010 telah mengajak lebih dari 420.000 masyarakat Indonesia mengikuti berbagai kegiatan lari yang positif, menyenangkan, dan penuh kebersamaan. Skala itu memperlihatkan bahwa rangkaian kegiatan ini terus memperoleh tempat di tengah masyarakat.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Kota Medan. Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas hadir untuk melepas peserta di garis start bersama Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Utara M. Mahfullah Pratama Daulay.
Rico mengapresiasi komitmen Nestlé MILO yang konsisten menghadirkan kegiatan olahraga berskala besar di Medan. Ia menilai ajang tersebut memberi ruang positif bagi masyarakat sekaligus ikut mempromosikan pariwisata dan sejarah Kota Medan.
Ia juga menyebut MILO Activ Indonesia Race 2026 Medan Series sebagai salah satu ajang lari dengan jumlah peserta terbanyak di kota itu. Menurut dia, capaian tersebut mencerminkan tingginya antusiasme warga terhadap aktivitas olahraga.
Persaingan di lintasan 5K berlangsung ketat. Arwan Zebua keluar sebagai juara kategori putra dengan catatan waktu 15 menit 27 detik, sedangkan Kesia menempati posisi pertama di kategori putri setelah finis dalam 18 menit 00 detik.
Kesia menyebut hasil itu lahir dari persiapan yang lebih matang dibanding tahun sebelumnya. Ia sempat finis di podium empat pada edisi lalu dan kemudian menambah porsi latihan lari tanjakan serta latihan beban untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
Di sisi lain, Family Run 2,5K memberi warna berbeda bagi ajang ini. Salah satu peserta, Andina Ika Wulandari, mengatakan dirinya sudah beberapa kali mengikuti kegiatan tersebut bersama anaknya dan selalu menantikannya.
Andina menyoroti keberadaan Kids Corner yang memberi anaknya kesempatan bertemu dan bermain dengan teman sebaya. Ia juga mengapresiasi medali yang bisa diukir nama dan catatan waktu lari, karena membuat pengalaman keluarga terasa lebih personal dan berkesan.