Retribusi Masuk Cibodas Kembali Berlaku, Pedagang Khawatir Jumlah Wisatawan Menurun

Pungutan masuk ke kawasan wisata Cibodas kembali menjadi sorotan setelah Pemerintah Kabupaten Cianjur menetapkan retribusi Rp7.000 per orang mulai 14 Mei 2026. Kebijakan ini membuat para pedagang di sekitar kawasan tersebut khawatir jumlah wisatawan akan kembali tertekan.

Kekhawatiran itu terutama muncul karena wisatawan ke Cibodas dinilai cukup sensitif terhadap biaya tambahan. Para pedagang menilai, jika pengunjung merasa harus membayar di beberapa titik sekaligus, minat untuk datang bisa turun, terutama saat kunjungan keluarga dan perjalanan singkat.

Skema baru dan target pendapatan daerah

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Cianjur, Yudha Azhar, menjelaskan bahwa uji coba tiket sempat dilakukan pada Maret 2026 sebagai bagian dari sosialisasi. Pembahasan kebijakan ini juga sudah dibicarakan dalam rapat dengar pendapat bersama sejumlah pihak, termasuk DPRD Cianjur.

Yudha menegaskan bahwa retribusi dikenakan per orang dan tidak berlaku untuk kendaraan. Ia juga memastikan petugas tiket berasal langsung dari Disparbud Cianjur, bukan pihak ketiga.

Dengan skema tersebut, penerimaan dari tiket masuk akan langsung masuk ke pendapatan asli daerah atau PAD. Pemerintah daerah menetapkan target PAD dari retribusi kawasan wisata Cibodas sebesar Rp2,4 miliar.

Di sisi lain, pemerintah daerah memastikan tidak ada tarif parkir di dalam kawasan wisata Cibodas. Wisatawan diminta melapor jika menemukan oknum yang menarik biaya parkir atau pungutan lain di luar ketentuan.

Belum berlaku untuk seluruh kawasan

Meski sempat ada dorongan agar diterapkan satu tiket untuk seluruh destinasi di kawasan Cibodas, kesepakatan itu belum tercapai. Karena itu, tiket yang berlaku saat ini hanya untuk masuk ke kawasan wisata Cibodas, belum mencakup objek wisata di dalamnya.

Yudha menyebut komunikasi dengan berbagai pihak masih dibuka agar skema satu tiket dapat diterapkan di kemudian hari. Pemerintah daerah juga masih menampung masukan dari masyarakat sekitar, termasuk para pedagang yang menyampaikan keberatan atas kebijakan baru tersebut.

Pedagang khawatir kunjungan melemah

Di lapangan, para pedagang melihat kebijakan ini dengan waswas. Salah satunya Acep, yang menyebut banyak pedagang sudah merasakan tekanan usaha saat wisatawan sepi datang.

Acep berharap retribusi baru tidak membuat arus kunjungan kembali turun, baik pada hari biasa maupun akhir pekan. Menurut para pedagang, pengalaman sebelumnya menunjukkan sebagian wisatawan memang keberatan ketika harus membayar banyak tiket.

Bagi mereka, persoalannya bukan hanya soal angka Rp7.000. Yang lebih ditakutkan adalah efek berantai jika calon pengunjung memilih menunda datang atau beralih ke destinasi lain.

Kondisi itu membuat sejumlah pelaku usaha kecil di sekitar kawasan menunggu perkembangan berikutnya dengan hati-hati. Mereka berharap pembahasan lanjutan tidak justru menambah beban bagi wisatawan yang datang ke Cibodas.

Source: www.viva.co.id

Baca Juga

Back to top button