Ribuan Sistem Operasi Lawas Kini Bisa Dicoba Langsung, Dari Windows 3.1 Sampai PalmOS

Bagi siapa pun yang penasaran seperti apa rasanya memakai sistem operasi lawas, The Virtual OS Museum menawarkan pengalaman yang jauh lebih hidup daripada sekadar melihat cuplikan layar. Arsip digital ini memungkinkan pengunjung menjalankan sistem operasi klasik langsung di perangkat modern lewat emulasi, sehingga sejarah komputasi bisa dicoba, bukan hanya dibaca.

Pendekatan itu membuat museum ini terasa seperti ruang interaktif, bukan galeri statis. Pengunjung dapat menjelajahi antarmuka lama dan merasakan alur kerja dari era yang berbeda, mulai dari Windows 3.1, DOS, dan PalmOS hingga sistem yang jauh lebih tua.

Yang membuat koleksi ini menonjol bukan cuma nama-nama familiar seperti Windows 3.1 atau Windows 95. Di dalamnya juga ada Commodore BASIC, Mac OS X, Newton OS, versi awal Android, dan iOS generasi awal, sehingga gambaran sejarah sistem operasi tampak jauh lebih luas dari sekadar ekosistem yang paling populer.

Kehadiran sistem dari era yang sangat awal juga memberi konteks penting tentang perjalanan komputasi. Koleksinya mencakup sistem mainframe awal, CTSS, Unix generasi awal, serta Xerox Star Pilot dari 1981.

Skala arsip ini juga tidak kecil. The Virtual OS Museum memuat lebih dari 1.700 instalasi, 570 sistem operasi berbeda, dan dukungan untuk lebih dari 250 platform.

Rentang waktunya pun sangat panjang, dari 1948 hingga masa kini. Karena itu, museum ini relevan tidak hanya bagi penggemar Windows klasik, tetapi juga bagi siapa pun yang ingin melihat bagaimana antarmuka, pengelolaan file, dan cara kerja komputasi berkembang lintas dekade.

Keunggulan lain proyek ini ada pada cara aksesnya. Karena sistem di dalam koleksi diemulasikan, pengguna bisa langsung mencoba sejumlah platform tanpa harus berhadapan dengan perangkat lama asli.

Ada dua pilihan ukuran arsip yang disediakan. Edisi penuh hadir dalam ukuran 121GB saat terkompresi dan 174GB setelah diekstrak, sementara versi yang lebih ringan berukuran 14GB dan mengambil image sistem saat dibutuhkan.

Pilihan yang lebih kecil itu membuat museum ini lebih praktis dijelajahi. Pengunjung bisa langsung membuka beberapa sistem terkenal tanpa harus mengunduh seluruh koleksi sekaligus.

Andrew Warkentin menjadi kurator di balik proyek ini. Dengan cakupan yang melintasi ratusan sistem dan ratusan platform, The Virtual OS Museum berdiri sebagai arsip interaktif yang memperlihatkan sejarah perangkat lunak secara langsung, dari komputer awal hingga sistem yang masih dikenali pengguna modern.

Source: www.xda-developers.com
Exit mobile version