Geely Auto mengambil langkah penarikan kembali terhadap 1.473 unit Polestar 4 bermotor listrik yang dibekali paket baterai 86 kWh. Keputusan itu muncul setelah ditemukan potensi pelarian termal pada baterai, yang dapat berujung pada panas berlebih dan memengaruhi keselamatan kendaraan.
Masalah tersebut tidak berlaku untuk seluruh unit Polestar 4, melainkan hanya mobil yang berasal dari rentang produksi 16 November 2023 hingga 24 Mei 2024. Program recall dijadwalkan mulai berjalan pada 16 Mei, dengan fokus utama pada penggantian komponen yang terdampak.
Apa yang memicu penarikan ini
Berdasarkan keterangan resmi yang dikutip CNEV Post dan informasi di situs State Administration for Market Regulation China, Geely menemukan ketidaksesuaian dalam proses produksi komponen baterai tegangan tinggi. Ketidaksesuaian itu dapat memicu kenaikan resistansi internal secara tidak normal setelah baterai digunakan dalam jangka panjang.
Kondisi tersebut tidak selalu langsung terlihat pada setiap kendaraan. Namun, bila terus berlanjut, performa baterai dapat menurun dan dalam situasi tertentu berpotensi menyebabkan panas berlebih.
Langkah perbaikan untuk pemilik Polestar 4
Geely menyerahkan penanganan recall kepada pihak penjualan Polestar. Modul baterai yang terdampak akan diganti tanpa biaya bagi konsumen, sehingga pemilik tidak perlu menanggung beban tambahan untuk perbaikan ini.
Selama menunggu jadwal penggantian, pemilik diminta membatasi pengisian daya baterai tegangan tinggi hingga tidak melebihi 70 persen untuk pemakaian harian. Imbauan ini diberikan agar risiko tetap terkendali sebelum proses perbaikan selesai dilakukan.
Mengapa perhatian tertuju pada baterai
Kasus ini kembali memperlihatkan betapa pentingnya konsistensi kualitas pada komponen baterai kendaraan listrik. Pada mobil listrik, gangguan di sistem baterai bertegangan tinggi tidak hanya berdampak pada performa, tetapi juga menyangkut faktor keselamatan.
Karena itu, penggantian modul menjadi langkah utama yang dipilih Geely untuk memastikan unit terdampak kembali berada dalam kondisi aman. Prosedur seperti ini juga menunjukkan bahwa masalah baterai memerlukan penanganan khusus dan tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan biasa.
Bukan kasus tunggal dalam grup Geely
Penarikan Polestar 4 ini menambah daftar recall yang pernah terjadi di lingkungan grup Geely. Sebelumnya, merek saudaranya, Zeekr, juga menarik kembali 38.277 unit Zeekr 001 WE edition karena potensi risiko pelarian termal pada baterai tegangan tinggi.
Recall pada Zeekr muncul setelah adanya kesepakatan antara anak usaha Geely dan pemasok baterai utama, Sunwoda, terkait sengketa kualitas. Bahkan sebelumnya, anak perusahaan Geely, Vremt, sempat menggugat Sunwoda dengan tuntutan kompensasi hingga 2,31 miliar yuan.
Meski begitu, belum ada kepastian apakah recall Polestar 4 ini berkaitan langsung dengan penggunaan baterai dari Sunwoda. Sampai saat ini, fokus utama tetap pada temuan ketidaksesuaian produksi komponen baterai dan upaya penggantian modul untuk unit yang terdampak.
Bagi pemilik kendaraan, informasi resmi dari produsen dan otoritas setempat menjadi acuan penting untuk memastikan apakah mobil mereka masuk dalam daftar penarikan. Langkah cepat dari produsen juga menjadi bagian penting untuk menjaga kepercayaan konsumen terhadap keamanan kendaraan listrik.