Rugi Bersih Blibli Kian Menyempit, Lonjakan Pendapatan Dan Ekspansi Toko Dorong Prospek Untung

Di tengah konsumsi yang makin selektif, Blibli justru menunjukkan bahwa model bisnisnya mulai bergerak ke arah yang lebih sehat. PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) mencatat laba bruto Rp 3,9 triliun, naik 19 persen secara tahunan, sementara rugi bersihnya terus menipis sehingga jalur menuju untung terlihat semakin jelas.

Perbaikan itu datang dari kinerja pendapatan yang juga menguat. Pendapatan neto Blibli naik 34 persen menjadi Rp 22,3 triliun, ditopang oleh seluruh segmen usaha yang membuat basis bisnis perusahaan terlihat lebih kokoh.

Salah satu penopang terbesar tetap berasal dari segmen elektronik konsumen. Penjualan smartphone yang tinggi, kontribusi dari usaha institusi, dan ekspansi gerai fisik ikut mendorong pertumbuhan sepanjang tahun.

Meski belum berbalik laba, posisi akhir perusahaan membaik dibanding periode sebelumnya. Blibli masih mencatat rugi bersih Rp 2,3 triliun, lebih kecil daripada rugi tahun sebelumnya yang mencapai Rp 2,5 triliun.

Manajemen menilai perkembangan itu bukan sekadar kenaikan angka penjualan, tetapi juga tanda bahwa strategi omnicanal mulai memberi dampak lebih nyata. CEO dan Co-Founder Blibli, Kusumo Martanto, menekankan bahwa fokus perusahaan kini bergerak ke margin, monetisasi, efisiensi operasional, dan loyalitas pelanggan.

Ia menyebut integrasi ekosistem omnicanal yang semakin matang sebagai salah satu kunci penting. Menurut Kusumo, perusahaan tidak hanya mengejar volume transaksi, tetapi juga berupaya memperkuat kualitas pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.

Jaringan fisik ikut diperluas

Arah itu terlihat dari langkah ekspansi toko yang tetap berjalan agresif. Sepanjang tahun lalu, Blibli menambah 66 toko baru untuk menopang strategi yang menghubungkan kanal daring dan luring.

Hingga 31 Desember 2025, perusahaan mengoperasikan 265 toko elektronik konsumen, empat toko elektronik rumah tangga, dan satu toko fesyen dan olahraga. Selain itu, Blibli juga memiliki 57 gerai supermarket premium yang dikelola Ranch Market.

Portofolio luring perseroan bertambah lewat 39 pusat pengalaman home and living yang dijalankan Dekoruma. Kehadiran jaringan ini membuat Blibli menjangkau lebih banyak kebutuhan konsumen di berbagai kategori.

Kusumo menilai fondasi yang dibangun perusahaan membantu Blibli bertahan di tengah pasar yang dinamis. Ia menyampaikan bahwa tantangan konsumsi yang ketat tidak menghentikan penguatan fundamental usaha perseroan.

Dengan laba bruto yang terus naik, rugi bersih yang menyusut, serta jaringan fisik yang semakin luas, Blibli kini membawa modal pertumbuhan yang lebih lengkap. Perusahaan menempatkan pertumbuhan pendapatan, pelebaran jaringan, dan efisiensi operasional sebagai tumpuan untuk menjaga arah perbaikan kinerja pada periode berikutnya.

Baca Juga

Back to top button