Sammy Simorangkir sudah masuk daftar pembeli awal iCar V23, meski harga resmi SUV listrik itu belum diumumkan. Ketertarikan tersebut muncul bukan semata karena statusnya sebagai model baru, melainkan karena karakter desainnya yang dianggap punya pembeda kuat di tengah pasar mobil listrik yang makin ramai.
Saat ditemui di sela Chery International Business Summit 2026 di Wuhu, China, Sammy menilai iCar V23 menawarkan kombinasi yang sulit diabaikan. Desain boxy, kesan retro-modern, dan proporsi tubuh yang besar membuat mobil ini terasa mencolok dibanding banyak mobil listrik lain.
Desain menjadi alasan paling kuat
Bagi Sammy, iCar V23 punya daya tarik visual yang tidak mudah cepat ketinggalan zaman. Ia melihat pendekatan desain seperti itu memberi peluang mobil ini tetap relevan dalam jangka panjang, meski tren kendaraan listrik terus berubah.
Pilihan warnanya pun sudah diputuskan, yakni putih. Kesan itu sejalan dengan preferensi Sammy yang memang menyukai mobil berpostur besar dan tampil tegas.
Model ini juga dinilai cocok untuk kebutuhan harian yang beragam. Sammy menyebut mobil tersebut bisa dipakai untuk antar anak sekolah, bekerja, hingga tampil manggung karena menawarkan bentuk yang dianggap pas untuk berbagai aktivitas.
Harga belum resmi, tetapi dinilai punya posisi kuat
Meski banderol resmi belum diumumkan, Sammy sudah memiliki keyakinan soal posisinya di pasar. Ia menilai segmen iCar V23 belum memiliki banyak pembanding yang benar-benar sepadan, terutama jika berbicara soal arah harga yang disebut kompetitif.
“Menurut gue belum ada yang menyaingi dengan harga sekompetitif yang akan dihadirkan,” kata Sammy. Pandangan itu membuatnya tetap menunggu pengumuman resmi, tetapi tidak mengurangi keyakinannya terhadap nilai yang ditawarkan mobil tersebut.
Keputusan membeli juga dipengaruhi kepercayaan terhadap Chery sebagai induk merek iCar. Sammy mengaku sudah lebih dulu memantau dan mencari tahu tentang brand tersebut sebelum mengambil langkah untuk memesan.
Dipandang relevan untuk rutinitas keluarga
Di luar faktor desain dan harga, Sammy melihat iCar V23 sebagai kendaraan yang masuk akal untuk rutinitas padat. Mobil listrik ini dianggap bisa mendukung mobilitas harian tanpa mengorbankan gaya, sekaligus cocok untuk kebutuhan keluarga.
Ia juga menyinggung semakin mahalnya penggunaan mobil berbahan bakar bensin. Dalam situasi seperti itu, mobil listrik dinilai lebih logis untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Kehadiran iCar V23 di garasi keluarga juga tidak dipandang berlebihan. Sammy menyebut sudah ada Denza D9, sehingga tambahan satu mobil listrik lain masih selaras dengan kebutuhan yang ada.
Dimensi dan fitur ikut memperkuat kesan SUV
Secara ukuran, iCar V23 memiliki panjang 4.220 mm, lebar 1.915 mm, tinggi 1.845 mm, dan wheelbase 2.735 mm. Proporsi ini memberi kesan kokoh sekaligus membantu stabilitas saat dipakai di berbagai kondisi jalan.
Tampilan depannya memakai desain boxy klasik dengan lampu bulat bergaya retro. Pada sisi keselamatan, SUV ini dibekali 15 fitur Advanced Driver Assistance Systems atau ADAS serta struktur cage design dengan 70 persen baja berkekuatan tinggi.
Kemampuan melintasi jalan juga didukung ground clearance 210 mm, sudut approach 43 derajat, dan departure 41 derajat. Bekal itu membuat iCar V23 terasa siap menghadapi medan yang beragam, meski tetap diarahkan untuk penggunaan perkotaan.
Untuk performa, varian i-WD menggunakan motor listrik bertenaga 155 kW atau setara 211 PS dengan torsi 292 Nm. Tenaga tersebut dipasangkan dengan baterai 81,76 kWh, pengisian daya AC 6,6 kW, dan DC fast charging hingga 104 kW.
Dengan kombinasi desain yang kuat, fungsi yang terasa relevan, dan harga yang diyakini kompetitif, iCar V23 kini berada dalam posisi yang menarik di mata Sammy Simorangkir. Mobil ini dipandang bukan hanya unik secara tampilan, tetapi juga cukup lengkap untuk menjawab kebutuhan harian yang beragam.
Source: otomotif.kompas.com




