Samsung menambah dua opsi baru di kelas menengah lewat Galaxy A37 5G dan Galaxy A57 5G. Keduanya membawa bekal yang sama di sisi ketahanan dan daya, tetapi dipisahkan oleh performa, kapasitas penyimpanan, dan harga.
Di atas kertas, dua model ini sama-sama tampil menarik untuk pengguna yang mencari layar besar, refresh rate tinggi, baterai awet, dan dukungan software jangka panjang. Samsung juga memberi keduanya sertifikasi IP68, sehingga perangkat ini tahan debu dan mampu bertahan di air hingga kedalaman 1,5 meter selama 30 menit.
Beban utama di kelas menengah: layar, baterai, dan ketahanan
Baik Galaxy A37 5G maupun Galaxy A57 5G sama-sama memakai layar 6,7 inci dengan refresh rate 120 Hz. Keduanya juga dibekali baterai 5.000 mAh dan pengisian cepat 45 W, sehingga posisi mereka langsung kuat di segmen menengah.
Kesamaan lain ada pada sertifikasi IP68 dan perlindungan layar Corning Gorilla Glass Victus+. Kombinasi ini membuat keduanya tidak hanya menonjol di sisi spesifikasi, tetapi juga terasa lengkap untuk penggunaan harian.
Galaxy A37 5G hadir sebagai pilihan yang lebih terjangkau
Galaxy A37 5G datang dengan bobot 196 gram dan panel Super AMOLED beresolusi 1080 x 2340 piksel. Layarnya punya kerapatan 385 ppi dan refresh rate 120 Hz, sehingga tetap sejalan dengan kebutuhan pengguna yang mengutamakan tampilan mulus.
Di bagian mesin, Samsung membekali perangkat ini dengan Exynos 1480, CPU octa-core, dan GPU Xclipse 530. Pilihan memorinya tersedia dalam RAM 6 GB, 8 GB, dan 12 GB, sedangkan penyimpanan internal hadir dalam 128 GB dan 256 GB.
Sektor kamera juga dibuat serbaguna untuk kebutuhan harian. Di belakang ada kamera utama 50 MP wide, 8 MP ultrawide, dan 5 MP macro, sementara kamera depan 12 MP wide disiapkan untuk selfie dan panggilan video.
Untuk perangkat lunak, Galaxy A37 5G menjalankan Android v16 dengan One UI 8.5. Samsung juga menyertakan dukungan update OS 6 kali dan security patch 6 tahun, ditambah NFC, fingerprint di bawah permukaan layar, stereo speaker, dan Samsung Knox.
Galaxy A57 5G menonjol lewat performa dan ruang simpan
Berbeda dari saudaranya, Galaxy A57 5G dibuat lebih ringan dengan bobot 179 gram. Meski lebih ringan, model ini tetap membawa layar 6,7 inci Super AMOLED+ dengan resolusi 1080 x 2340 piksel, refresh rate 120 Hz, dan perlindungan Corning Gorilla Glass Victus+.
Perbedaan paling jelas ada pada sektor dapur pacu. Samsung membekali Galaxy A57 5G dengan Exynos 1680, CPU octa-core, dan GPU Xclipse 550, lalu menyediakan RAM 6 GB, 8 GB, dan 12 GB.
Pilihan memorinya juga lebih luas, mulai dari 128 GB, 256 GB, hingga 512 GB. Kapasitas tersebut membuat Galaxy A57 5G lebih cocok untuk pengguna yang menyimpan banyak file, foto, dan aplikasi.
Konfigurasi kameranya masih mempertahankan kamera utama 50 MP wide, tetapi kamera ultrawide naik menjadi 12 MP. Kamera makro 5 MP tetap dipertahankan, sementara kamera depan 12 MP wide juga sama seperti Galaxy A37 5G.
Harga dan posisi masing-masing model
Samsung menempatkan Galaxy A37 5G sebagai opsi yang lebih ramah di kantong. Harga varian RAM 8 GB/128 GB tercatat Rp 6.599.000, sedangkan varian RAM 8 GB/256 GB dibanderol Rp 7.299.000.
Galaxy A57 5G diposisikan lebih tinggi dengan banderol mulai Rp 7.599.000 untuk RAM 8 GB/128 GB. Di atasnya, tersedia varian RAM 8 GB/256 GB seharga Rp 8.299.000 dan RAM 12 GB/256 GB seharga Rp 8.999.000.
Pilihan warna juga dibedakan untuk masing-masing model. Galaxy A37 5G tersedia dalam Graygreen, Charkoal, White, dan Light Violet, sedangkan Galaxy A57 5G hadir dalam Navy, Gray, Icyblue, dan Lilac.
Dengan susunan seperti ini, Samsung memberi dua jalur yang jelas di lini menengah. Galaxy A37 5G menekankan harga yang lebih rendah dengan spesifikasi yang tetap lengkap, sementara Galaxy A57 5G membawa performa lebih tinggi dan opsi penyimpanan lebih besar untuk pengguna yang butuh ruang lebih lega.





