Seafood sering dianggap aman karena tinggi protein dan mineral, tetapi pilihan pendampingnya bisa menentukan apakah tubuh merasa nyaman atau justru begah. Pada sebagian orang, kombinasi yang kurang tepat setelah makan seafood dapat memunculkan kembung, mual, hingga rasa penuh di perut.
Keluhan itu tidak selalu muncul pada semua orang, namun risiko tetap ada ketika seafood dipasangkan dengan minuman atau makanan tertentu. Karena itu, mengenali kombinasi yang sebaiknya tidak dibuat berdekatan menjadi langkah penting, terutama bagi orang yang pencernaannya sensitif.
Teh, kopi, dan alkohol bisa menambah beban pencernaan
Minuman seperti teh, kopi, dan alkohol sering menjadi pelengkap makan, tetapi setelah seafood ketiganya tidak selalu cocok. Teh mengandung tanin atau asam tanat yang dapat bereaksi dengan mineral dalam seafood, termasuk kalsium, sehingga penyerapan nutrisinya bisa tidak optimal.
Jika dikonsumsi dalam jumlah besar atau terlalu sering, teh juga dapat memicu iritasi ringan pada sistem pencernaan. Sementara itu, kopi dan alkohol bisa memberi beban tambahan pada lambung karena berpotensi mengiritasi, lalu memunculkan rasa mual, pusing, dan tidak nyaman di perut.
Produk susu sebaiknya tidak langsung menyusul seafood
Susu dan olahannya juga tidak disarankan dikonsumsi terlalu dekat dengan seafood. Kombinasi ini dapat mengganggu kerja pencernaan karena kandungan gizinya saling memengaruhi, terutama dalam proses penyerapan kalsium.
Selain itu, perpaduan tersebut disebut dapat memicu pertumbuhan bakteri yang tidak diinginkan di saluran cerna. Pada sebagian orang, kondisi ini terasa sebagai kembung atau gangguan pencernaan lain yang membuat tubuh terasa lebih tidak enak setelah makan.
Buah asam dan makanan minuman tinggi asam patut diwaspadai
Setelah makan seafood, sebagian orang mungkin langsung ingin menutupnya dengan buah segar. Namun buah asam seperti jeruk tidak disarankan dimakan bersamaan, karena buah umumnya lebih cepat dicerna dibandingkan seafood yang cenderung lebih lama diproses tubuh.
Perbedaan waktu cerna itu dapat memicu fermentasi di perut, yang kemudian berkaitan dengan gas berlebih dan perut terasa penuh. Hal serupa juga dapat terjadi pada makanan atau minuman tinggi asam, termasuk jus lemon dan minuman bersoda, karena kandungan asamnya dapat memperkuat rasa begah setelah makan seafood.
Minuman bersoda membuat perut lebih mudah terasa penuh
Minuman bersoda menambah risiko karena dapat meningkatkan produksi gas di perut. Saat dikombinasikan dengan seafood, tekanan di lambung bisa terasa lebih besar dan memicu rasa kembung yang lebih mengganggu.
Kondisi ini membuat tubuh terasa tidak nyaman meski porsi makan tidak terlalu banyak. Pada orang yang sensitif, rasa sesak di perut bahkan bisa muncul lebih cepat setelah minum bersoda usai makan seafood.
Makanan dingin dan kacang-kacangan dapat memperlambat cerna
Dalam sejumlah konsep nutrisi tradisional, seafood kerap dianggap memiliki sifat dingin. Saat dipadukan dengan makanan yang juga bersifat dingin seperti mentimun, kangkung, atau semangka, proses pencernaan bisa berjalan lebih lambat.
Akibatnya, perut lebih mudah terasa berat dan kembung. Efek serupa juga dapat muncul bila seafood dimakan bersama kacang-kacangan karena keduanya sama-sama tinggi protein dan serat, sehingga membutuhkan waktu cerna lebih lama.
Reaksi tubuh tidak selalu sama pada setiap orang
Meski daftar kombinasinya terlihat jelas, respons tubuh tetap bisa berbeda-beda. Sensitivitas lambung, porsi makan, dan kondisi tubuh ikut menentukan apakah seseorang akan merasakan kembung atau justru baik-baik saja setelah makan seafood dengan makanan tertentu.
Karena itu, memperhatikan reaksi tubuh setelah makan menjadi cara yang paling aman untuk mengenali kombinasi mana yang paling sesuai. Jika perut mudah begah, mengatur jarak konsumsi seafood dengan susu, minuman asam, teh, kopi, alkohol, serta makanan pendamping lain dapat membantu menjaga pencernaan tetap nyaman.
Source: www.beautynesia.id




