Silmy Karim Datang Ke KPK Tengah Malam, Drama Pencarian Usai Kasus OTT Imigrasi Jakarta Barat

Kedatangan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim ke Gedung Merah Putih KPK pada Rabu malam mengakhiri tanda tanya yang sempat membayangi penanganan perkara dugaan korupsi di lingkungan Imigrasi Jakarta Barat. Ia tiba sekitar pukul 22.38 WIB setelah sebelumnya KPK meminta dirinya kooperatif dan menyerahkan diri.

Momen itu langsung menarik perhatian di lobi gedung KPK, Jakarta Selatan, karena awak media sudah menunggu sejak sore. Silmy datang mengenakan batik hijau muda dan berada dalam pengawalan sejumlah ajudan.

Situasi sempat memanas di lobi KPK

Setibanya di lokasi, Silmy tidak banyak bicara dan langsung menuju meja resepsionis. Setelah itu, ia masuk ke ruang pemeriksaan di lantai dua untuk menjalani proses lebih lanjut.

Suasana di lobi sempat ramai ketika para wartawan berusaha mengabadikan kedatangannya. Beberapa ajudan terlihat menghalangi media, sehingga muncul dorong-dorongan dan adu mulut di area tersebut.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo sebelumnya telah menyampaikan imbauan agar Silmy bersikap kooperatif dan menyerahkan diri. Ia juga menyebut tim terakhir kali mendapatkan informasi bahwa Silmy berada di wilayah Jakarta dan sekitarnya sebelum akhirnya datang ke Gedung KPK.

Berawal dari OTT di Imigrasi Jakarta Barat

Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK di Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Jakarta Barat pada Selasa malam, 2 Juni 2026. Dalam operasi tersebut, penyidik mengamankan belasan orang, termasuk Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Barat Ronald Arman Abdullah.

KPK menduga perkara itu berkaitan dengan korupsi dalam pengurusan izin tinggal warga negara asing. Dugaan tersebut mencakup penerbitan Kartu Izin Tinggal Terbatas atau KITAS dan Kartu Izin Tinggal Tetap atau KITAP yang disebut menyimpang.

Barang bukti ikut diamankan

Dari operasi itu, penyidik juga menyita sejumlah barang bukti. Barang yang diamankan antara lain empat mobil, sembilan sepeda motor, tujuh sepeda, uang tunai dalam bentuk dolar Amerika Serikat dan dolar Singapura, serta logam mulia berupa emas.

Hingga kini, KPK masih memeriksa para pihak yang diamankan untuk menentukan status hukum mereka. Pemeriksaan itu menjadi bagian penting untuk mengurai peran masing-masing pihak dalam perkara yang menyeret lingkungan Imigrasi Jakarta Barat.

Kedatangan Silmy ke KPK menambah sorotan terhadap penanganan kasus tersebut, terutama karena posisinya sebagai Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Publik kini menunggu langkah lanjutan KPK setelah pemeriksaan terhadap para pihak yang diamankan selesai dilakukan.

Exit mobile version