Samsung tampaknya sedang menyiapkan langkah besar untuk keluarga foldable premiumnya. Nama Galaxy Z Fold 8 Ultra sudah terlihat di database sertifikasi Bluetooth SIG untuk pasar Jepang, dan kemunculan ini memberi sinyal bahwa perangkat tersebut telah masuk tahap pengembangan yang jauh lebih matang.
Bagi Samsung, kemunculan di sertifikasi seperti ini bukan sekadar formalitas. Proses tersebut biasanya muncul saat sebuah perangkat sudah mendekati persiapan komersial, sehingga keberadaan Galaxy Z Fold 8 Ultra menjadi petunjuk kuat bahwa peluncurannya semakin dekat.
Sinyal dari pasar Jepang
Data sertifikasi yang muncul pada akhir Mei hingga awal Juni 2026 menampilkan Galaxy Z Fold 8 Ultra bersama sejumlah nomor model. Daftar itu ditujukan untuk operator besar di Jepang, termasuk NTT Docomo, au, SoftBank, Rakuten Mobile, serta versi SIM-free.
Kehadiran beberapa nomor model sekaligus juga memberi gambaran bahwa Samsung tidak menyiapkan satu jalur distribusi saja. Pola ini mengarah pada strategi yang lebih luas untuk menghadirkan perangkat ke lebih banyak kanal penjualan.
Nama baru untuk lini Fold
Selain kemunculannya di sertifikasi, perhatian juga tertuju pada arah penamaan yang disebut sedang disiapkan Samsung untuk lini Galaxy Z Fold 2026. Sejumlah sumber industri menyebut penerus langsung Galaxy Z Fold7 kemungkinan memakai nama Galaxy Z Fold8 Ultra.
Di saat yang sama, model dengan desain lebih lebar atau wide foldable disebut akan dipasarkan sebagai Galaxy Z Fold8 reguler. Jika pola ini benar diterapkan, Samsung akan mengubah cara membedakan varian foldable premium dalam satu keluarga produk.
Ultra untuk Fold, strategi yang tidak biasa
Label Ultra selama ini identik dengan lini flagship tertinggi di keluarga Galaxy S. Karena itu, penerapannya pada seri Fold akan menjadi langkah baru yang berpotensi menaikkan posisi Galaxy Z Fold di mata pengguna premium.
Pemisahan nama ini juga memperlihatkan upaya Samsung membangun identitas produk yang lebih tegas. Satu model akan tetap membawa karakter Fold klasik dengan label Ultra, sementara model lain menawarkan pendekatan layar yang lebih lebar untuk pengalaman seperti tablet saat dibuka.
Arah desain yang berbeda
Samsung belum mengumumkan spesifikasi resmi Galaxy Z Fold 8 Ultra. Namun, sejumlah bocoran yang beredar menyebut perangkat ini kemungkinan tetap mempertahankan desain Fold konvensional dengan konfigurasi tiga kamera belakang.
Sementara itu, model Fold8 yang lebih lebar disebut akan mengambil pendekatan berbeda. Fokusnya adalah menghadirkan layar yang terasa lebih luas ketika perangkat dibuka, sehingga pilihan desainnya tampak dipisahkan untuk kebutuhan pengguna yang tidak sama.
Tekanan di pasar foldable premium
Langkah Samsung hadir di tengah persaingan ponsel lipat premium yang makin ketat. Huawei, Honor, Oppo, dan Vivo terus memperluas portofolio foldable mereka lewat desain yang lebih tipis serta layar yang lebih luas.
Sebagai pelopor kategori foldable modern, Samsung berada di bawah tekanan untuk menjaga posisinya. Inovasi pada desain, penamaan, dan diferensiasi produk menjadi penting agar lini Galaxy Z tetap relevan di tengah kompetisi yang agresif.
Tahap menuju peluncuran
Kemunculan Galaxy Z Fold 8 Ultra di Bluetooth SIG juga sejalan dengan pola peluncuran tahunan Samsung. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan asal Korea Selatan itu konsisten memperkenalkan generasi baru Galaxy Z Fold dan Galaxy Z Flip pada pertengahan tahun lewat acara Galaxy Unpacked.
Untuk pasar Jepang, sertifikasi ini menjadi tahap penting sebelum perangkat masuk ke distribusi lebih luas. Jepang masih menjadi salah satu pasar utama Samsung untuk smartphone premium dan foldable, sehingga daftar model yang muncul di sana kerap dibaca sebagai petunjuk awal arah peluncuran berikutnya.
Source: selular.id



