Dua smartwatch baru Samsung kini semakin dekat ke tahap peluncuran setelah sama-sama lolos sertifikasi 3C di China. Yang paling menarik, Galaxy Watch 9 dan Watch Ultra 2 ternyata masih bertahan di kecepatan cas 10W, sehingga perubahan yang dinanti banyak pengguna belum terlihat di sisi pengisian daya.
Nomor model SM-L3550 dan SM-L7150 sudah muncul di basis data sertifikasi tersebut. Keduanya disebut mewakili Galaxy Watch 9 dan Galaxy Watch Ultra 2 untuk pasar China, yang berarti jejak peluncurannya makin mudah diikuti.
Detail dari sertifikasi itu juga memberi gambaran soal tenaga isi ulang yang dipakai. Galaxy Watch 9 dan Watch Ultra 2 sama-sama tercatat mendukung pengisian 10W dengan konfigurasi 5V/2A.
Angka tersebut menunjukkan Samsung belum memberi lompatan berarti pada sektor pengisian daya. Bagi pengguna, ini berarti kecepatan cas kedua jam tangan baru itu masih sejalan dengan model sebelumnya.
Kehadiran perangkat di lembaga regulasi biasanya menjadi tanda bahwa fase rilis sudah semakin dekat. Dalam kasus ini, Samsung tampaknya sudah melewati salah satu tahapan penting sebelum pengumuman resmi untuk dua wearable terbarunya.
Laporan yang beredar menyebut peluncuran keduanya dapat berlangsung pada 22 Juli dalam sebuah acara pada 2026. Setelah lolos sertifikasi utama, jadwal tersebut kini terdengar lebih masuk akal untuk dipantau.
Untuk lini jam tangan pintarnya, Samsung disebut menyiapkan setidaknya dua model baru, yakni Galaxy Watch 9 dan Watch Ultra 2. Ada pula pembicaraan bahwa Galaxy Watch 9 Classic bisa ikut masuk ke jajaran smartwatch Samsung 2026.
Jika varian Classic benar-benar hadir, langkah itu akan jadi perubahan menarik dari pola rilis Samsung selama ini. Perusahaan umumnya merilis Galaxy Watch berlabel Classic setiap dua tahun sekali.
Namun, daftar sertifikasi 3C sejauh ini baru menampilkan dua model tadi. Belum ada petunjuk tambahan dari sana mengenai desain, ukuran, atau fitur baru yang akan dibawa.
Di saat yang sama, Samsung juga menyiapkan Galaxy A27 sebagai ponsel kelas menengah berikutnya. Perangkat ini sudah muncul di basis data IMDA Singapura dengan nomor model SM-A276B/DS.
Sinyal peluncurannya makin kuat karena platform NBTC di Thailand sebelumnya telah mengonfirmasi nama pemasaran perangkat tersebut sebagai Galaxy A27. Muncul di lebih dari satu otoritas regulasi biasanya menandakan proses menuju peluncuran sudah aktif berjalan.
Galaxy A27 akan mengisi lini yang sudah ditempati Galaxy A37 dan A57. Posisi itu membuatnya menjadi salah satu model baru yang memperluas pilihan Samsung di segmen menengah.
Selain dokumen sertifikasi, Galaxy A27 juga sudah muncul dalam bocoran render. Gambar tersebut memperlihatkan desain perangkat sekaligus memberi petunjuk soal pilihan warna yang disiapkan Samsung.
Perangkat itu disebut akan hadir dalam empat warna, yaitu Mint, Black, Blue, dan Pink. Kombinasi ini menunjukkan Samsung masih menjaga pendekatan warna yang cukup luas untuk pasar kelas menengah.
Galaxy A27 diperkirakan debut pada Juli atau Agustus 2026. Jika jadwal itu bertahan, paruh pertengahan tahun berpotensi menjadi periode sibuk bagi Samsung karena wearable baru dan ponsel kelas menengahnya sama-sama bergerak menuju peluncuran resmi.
Saat ini, informasi yang tersedia masih berpusat pada sertifikasi, nomor model, dukungan pengisian daya, dan indikasi waktu rilis. Meski begitu, gabungan jejak di 3C, IMDA, dan NBTC sudah cukup kuat untuk menunjukkan bahwa Galaxy Watch 9, Watch Ultra 2, dan Galaxy A27 sedang mendekati panggung pengumuman.
Source: sammyguru.com




