Spotify sedang menyiapkan cara baru menikmati audio yang terasa jauh lebih personal. Lewat fitur Personal Podcast berbasis AI, pengguna nantinya cukup mengetik tema yang diinginkan, lalu sistem akan menyusun siniar pribadi dalam hitungan menit.
Pendekatan ini menempatkan kecerdasan artifisial bukan hanya sebagai alat rekomendasi, tetapi juga sebagai mesin pembuat konten audio. Dengan begitu, Spotify memperluas peran AI yang sebelumnya sudah dipakai untuk memilih lagu dan menyusun playlist.
Audio yang disusun dari perintah singkat
Pada Personal Podcast, pengguna tidak perlu menyiapkan rekaman, naskah panjang, atau proses penyuntingan seperti pembuatan podcast biasa. Cukup masukkan deskripsi singkat tentang topik yang ingin didengar, lalu AI akan memprosesnya menjadi episode yang relevan.
Spotify membuka ruang untuk berbagai kebutuhan informasi. Format ini bisa dipakai untuk ringkasan berita harian, kabar teknologi terbaru, tren bisnis, olahraga favorit, hingga topik lain yang sesuai minat masing-masing pengguna.
Bisa memakai sumber tambahan
Fitur ini tidak hanya mengandalkan perintah teks pendek. Pengguna juga nantinya bisa menambahkan sumber pendukung agar isi podcast lebih sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan.
Sumber yang disebut bisa dipakai mencakup tautan situs web, dokumen PDF, catatan teks, dan materi lain yang relevan. Dengan masukan tersebut, hasil audio diharapkan lebih kaya informasi tanpa keluar dari konteks yang diminta.
Lebih praktis untuk kebutuhan pribadi
Model seperti ini berpotensi berguna bagi pelajar, pekerja profesional, pebisnis, hingga kreator konten. Sebuah laporan industri dalam format PDF, misalnya, dapat diubah menjadi ringkasan audio sehingga lebih mudah didengar saat bepergian.
Cara kerja tersebut juga memangkas hambatan teknis. Pengguna tidak lagi harus memiliki kemampuan produksi audio atau perangkat rekaman profesional untuk membuat siniar pribadi.
Bisa dibuat rutin sesuai kebutuhan
Spotify juga menyiapkan opsi penjadwalan agar podcast tertentu bisa dibuat secara berkala. Artinya, pengguna bukan hanya dapat membuat satu episode, tetapi juga mengatur konten harian, mingguan, atau sesuai kebutuhan lain.
Ringkasan berita bisa hadir setiap pagi. Laporan pasar saham mingguan atau rangkuman tren teknologi bulanan juga dapat disusun otomatis, sehingga informasi langsung tersedia dalam format audio.
Suara narasi ikut dipersonalisasi
Selain isi, Spotify memberi fleksibilitas pada suara narasi yang dipakai AI. Pengguna dapat menyesuaikan jenis suara agar pengalaman mendengarkan terasa lebih nyaman dan sesuai preferensi masing-masing.
Pilihan ini membuat hasil podcast tidak terasa seragam. Konten yang dihasilkan bisa menyesuaikan gaya penyampaian yang diinginkan pengguna, bukan hanya topiknya saja.
Hanya untuk pengguna Premium di Amerika Serikat
Pada tahap awal, Personal Podcast akan tersedia bagi pelanggan Spotify Premium di Amerika Serikat. Spotify juga akan menerapkan sistem kredit bulanan untuk memakai fitur ini.
Setiap pengguna akan mendapat sejumlah kredit untuk membuat podcast berbasis AI. Jika kredit habis, pengguna tetap bisa membeli kredit tambahan agar layanan tersebut tetap dapat digunakan.
Dengan jadwal peluncuran pada Juni 2026, Personal Podcast diposisikan sebagai salah satu fitur AI baru yang menonjol di Spotify. Fitur ini juga menunjukkan bagaimana konsumsi informasi audio mulai diarahkan ke pengalaman yang makin cepat, praktis, dan pribadi.
Source: www.gadgetdiva.id




