Stan Lazismu Jawa Tengah dan Majelis Pemberdayaan Masyarakat PWM Jateng di Pekan Agro Digital dan Inovasi 2026 menarik perhatian bukan semata karena tampilannya, tetapi karena gagasan yang mereka bawa. Di ajang yang digelar di Agro Center Soropadan, Temanggung, keduanya berhasil meraih Juara 3 dalam Stand Creativity Competition.
Kolaborasi itu menempatkan Muhammadiyah lebih dekat dengan isu pertanian dan ketahanan pangan. Lewat stan yang edukatif dan interaktif, Lazismu Jawa Tengah dan MPM PWM Jateng menunjukkan bahwa inovasi sosial dapat hadir dalam bentuk yang sederhana, tetapi tetap relevan bagi kebutuhan masyarakat.
Stan mereka berada di B6, B7, dan B8. Di area itu, sejumlah program unggulan dipamerkan, mulai dari Tani Bangkit, pemberdayaan peternakan, hingga inovasi RendangMu.
RendangMu menjadi salah satu elemen yang paling mencuri perhatian. Produk ini diposisikan sebagai simbol penguatan ketahanan pangan berbasis masyarakat, sehingga tidak hanya tampil sebagai inovasi, tetapi juga sebagai gagasan yang diarahkan pada manfaat nyata.
Konsep stan yang dibuat dengan pendekatan edukatif dan interaktif membuat area tersebut ramai dilirik. Juri dan ribuan pengunjung yang datang ke lokasi sama-sama memberi perhatian pada cara tim menampilkan program-program pemberdayaan itu.
Kepala Divisi Fundraising Lazismu Jawa Tengah, Slamet, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menilai penghargaan itu lahir dari kerja keras dan soliditas tim di lapangan.
Menurut Slamet, Juara 3 ini menjadi dorongan besar untuk terus menghadirkan program pemberdayaan masyarakat yang lebih berdampak. Capaian di Temanggung juga disebut menjadi motivasi untuk melangkah lebih jauh dalam pengembangan program berikutnya.
Di sisi lain, Lazismu Jawa Tengah kini tidak hanya berfokus pada penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah. Lembaga itu juga memperluas peran ke pemberdayaan ekonomi melalui sektor peternakan yang berkelanjutan.
Ketua MPM PWM Jawa Tengah, Fatchur Rochman, menekankan pentingnya kemandirian ekonomi umat. Ia memandang sektor pertanian sebagai pilar utama dalam membangun kedaulatan pangan di masa depan.
Keikutsertaan di PADI 2026 sekaligus menjadi ruang bagi Muhammadiyah untuk memperkenalkan program inovasi pertanian kepada publik yang lebih luas. Dari ajang ini, kolaborasi Lazismu Jawa Tengah dan MPM PWM Jateng juga memperlihatkan bahwa pemberdayaan bisa dikemas dengan cara yang dekat dengan masyarakat, namun tetap membawa pesan besar.
Prestasi tersebut membuka pijakan bagi pengembangan inovasi yang lebih besar. Dengan semangat kolaborasi, Lazismu Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui program yang memberi manfaat nyata dan berkelanjutan bagi umat dan bangsa.
Source: pwmjateng.com