SpaceX bersiap membawa ambisi eksplorasi swasta ke tahap yang jauh lebih berani melalui misi Starship yang akan dipimpin Chun Wang. Miliarder kripto itu dijadwalkan menjadi figur utama dalam penerbangan manusia ke Mars, meski wahana yang akan dipakai belum pernah membawa manusia ke luar angkasa.
Rencana tersebut tidak diarahkan untuk mendarat di Mars, melainkan mengelilingi planet itu lalu kembali ke Bumi. Karena Starship masih dalam tahap pengujian, SpaceX juga belum mengumumkan jadwal peluncuran resmi untuk misi ini.
Nama Chun Wang sendiri menambah warna pada babak baru perjalanan antariksa komersial. Ia dikenal sebagai miliarder yang membangun kekayaan dari bisnis penambangan Bitcoin, dan kini berada di garis depan salah satu proyek luar angkasa paling ambisius yang pernah disiapkan perusahaan milik Elon Musk itu.
Wang bukan sosok baru di dunia penerbangan sipil. Pada 2025, ia lebih dulu memimpin misi Fram2 milik SpaceX, ketika empat astronaut sipil diterbangkan dengan kapsul Crew Dragon dan melintasi wilayah kutub Bumi selama beberapa hari.
Pengalaman itu memberi Wang pijakan penting sebelum menghadapi tantangan yang jauh lebih besar. Namun, perjalanan ke Mars berbeda tingkat kesulitannya karena melibatkan Starship, kendaraan yang sampai saat ini belum terbukti mampu membawa kru manusia.
Di sisi lain, SpaceX terus mendorong pengembangan Starship sebagai wahana utama untuk tujuan Mars. Pada 22 Mei 2026, Starship versi terbaru atau V3 menjalani uji coba tanpa awak dan mencapai sebagian besar target yang ditetapkan, termasuk pemisahan tahap roket dan simulasi peluncuran satelit Starlink.
Meski begitu, hasil akhir uji coba itu tetap menunjukkan bahwa jalan menuju penerbangan berawak masih panjang. Wahana tersebut jatuh ke Samudra Hindia dan meledak menjadi bola api besar, sementara SpaceX menyebut ledakan itu memang telah direncanakan karena pesawat eksperimental tersebut tidak ditujukan untuk dipulihkan atau digunakan kembali.
Kondisi itu menegaskan bahwa misi ke Mars masih sangat bergantung pada keberhasilan pengujian teknis Starship. Selama keamanan kendaraan belum benar-benar dibuktikan untuk penerbangan jauh di luar orbit Bumi, rencana peluncuran manusia ke Mars tetap belum bisa dipastikan waktunya.
Penunjukan Chun Wang pada misi ini memperlihatkan arah baru eksplorasi antariksa swasta. Jika era pendaratan Bulan melekat pada nama astronaut negara, maka rute menuju Mars kini mulai dibentuk oleh tokoh teknologi dan astronaut sipil yang datang dari luar institusi antariksa tradisional.
Dengan posisi Wang di pusat rencana tersebut, perhatian kini tertuju pada satu pertanyaan besar: apakah Starship benar-benar siap membuka jalan bagi manusia menuju Mars. SpaceX belum memberi kepastian jadwal, tetapi langkah ini sudah cukup untuk menandai bahwa ambisi Mars perusahaan itu terus bergerak dari tahap demonstrasi menuju misi yang lebih jauh.
Source: www.beritasatu.com




