Tiga HP Baru Motorola Hadir di Indonesia, Razr 60 Hingga Signature Tawarkan Harga Mengejutkan

Motorola kembali meramaikan pasar Indonesia dengan tiga ponsel baru yang menyasar kebutuhan berbeda. Bukan hanya bermain di satu kelas, perusahaan ini langsung menghadirkan perangkat untuk pengguna yang mencari ponsel lipat, baterai besar, hingga performa tinggi di kelas atas.

Langkah tersebut membuat pilihan yang ditawarkan terasa lebih luas, karena masing-masing model membawa pendekatan yang berbeda. Motorola Razr 60, Motorola Edge 70 Fusion, dan Motorola Signature hadir dengan kombinasi spesifikasi dan harga yang dibuat cukup agresif untuk pasar Indonesia.

Motorola Signature jadi sorotan di kelas tertinggi

Di antara ketiganya, Motorola Signature menempati posisi paling tinggi dan diposisikan sebagai penantang di kelas flagship killer. Perangkat ini memakai Snapdragon 8 Gen 5, sehingga jelas diarahkan untuk pengguna yang mengejar performa besar.

Layar yang digunakan adalah AMOLED 6,8 inci dengan resolusi 1264 x 2780 piksel dan refresh rate 165Hz. Tingkat kecerahan puncaknya mencapai 6200 nit, sementara pelindung layarnya memakai Gorilla Glass Victus 2.

Bagian kamera menjadi salah satu daya tarik utama karena seluruh modulnya beresolusi 50MP. Di belakang terdapat kamera utama 50MP Sony LYTIA 828 dengan OIS dan autofokus, kamera ultrawide 50MP dengan sudut pandang 122 derajat dan autofokus, serta kamera telefoto 50MP Sony LYT 600 dengan OIS dan zoom optik 3X.

Untuk kebutuhan swafoto, Motorola menyematkan kamera depan 50MP Sony LYT 500 dengan autofokus. Baterai 5200 mAh mendukung pengisian 90W dan pengisian nirkabel 50W, sedangkan fitur lainnya mencakup speaker stereo, pemindai sidik jari di dalam layar, pemancar inframerah, IP68 dan IP69, serta standar MIL-STD 810H. Varian 12/256GB dijual Rp12,9 juta dan tersedia dalam warna Pantone Carbon serta Pantone Martini Olive.

Edge 70 Fusion mengandalkan baterai besar

Sementara itu, Motorola Edge 70 Fusion dipilih untuk mengisi segmen menengah dengan pendekatan yang menonjolkan daya tahan. Model ini hadir dengan Snapdragon 7s Gen 4 dan baterai 7000 mAh, salah satu yang terbesar di antara tiga perangkat yang dibawa Motorola.

Dukungan pengisian cepat 68W melalui USB Type-C membuatnya tetap relevan bagi pengguna yang membutuhkan pengisian lebih singkat. Layar AMOLED 6,78 inci yang dipakainya memiliki resolusi 1272 x 2772 piksel dan refresh rate 144Hz.

Motorola juga mencantumkan tingkat kecerahan hingga 5200 nit dan perlindungan Gorilla Glass 7i. Di sisi kamera, perangkat ini membawa kamera utama 50MP Sony LYTIA 710 dengan OIS dan kamera ultrawide 13MP dengan autofokus, lalu kamera depan 32MP untuk selfie.

Fitur pendukung lain meliputi speaker stereo, pemindai sidik jari di dalam layar, sertifikasi IP68 dan IP69, serta standar MIL-STD 810H. Harga varian 8/256GB dipasang Rp6,4 juta, dengan pilihan warna Pantone Orient Blue, Pantone Sporting Green, dan Pantone Silhouette.

Razr 60 hadir sebagai opsi ponsel lipat

Di sisi lain, Motorola Razr 60 menjadi model yang paling berbeda karena mengusung format lipat. Ponsel ini resmi hadir di Indonesia pada 25 Februari 2026 setelah lebih dulu diperkenalkan secara global pada April 2025.

Motorola membekalinya dengan chipset MediaTek Dimensity 7400X, RAM 8GB, dan memori internal 256GB. Untuk tampilannya, layar luar memakai panel P-OLED 6,9 inci dengan resolusi 1080 x 2640 piksel dan refresh rate 120Hz, sedangkan layar dalamnya berukuran 3,6 inci dengan refresh rate 90Hz.

Kamera utamanya beresolusi 50MP dengan OIS, lalu ada kamera ultrawide 13MP dengan sudut pandang 120 derajat. Di bagian depan, Motorola menempatkan kamera 32MP untuk selfie.

Daya tahan perangkat ini disokong baterai 4500 mAh, lengkap dengan pengisian cepat 30W dan pengisian nirkabel 15W. Razr 60 dijual Rp11,9 juta untuk varian 8/256GB, dengan pilihan warna Pantone Gibraltar Sea, Pantone Spring Bud, dan Pantone Parfait Pink.

Strategi harga yang dibuat berlapis

Kehadiran tiga model ini menunjukkan bahwa Motorola tidak hanya mengandalkan nama besar, tetapi juga mencoba masuk dengan pembagian pasar yang lebih rinci. Razr 60 ditujukan untuk pengguna yang mencari ponsel lipat, Edge 70 Fusion bermain di kelas menengah dengan baterai besar, sedangkan Signature hadir untuk konsumen yang mengincar performa dan kamera yang lebih lengkap.

Dengan susunan produk seperti ini, Motorola memberi banyak opsi dalam satu kali dorongan ke pasar Indonesia. Kombinasi harga Rp6,4 juta, Rp11,9 juta, dan Rp12,9 juta juga memperlihatkan bahwa perusahaan ini ingin bersaing di beberapa titik sekaligus, tanpa melepas identitas premium yang selama ini melekat pada namanya.

Source: www.idntimes.com
Exit mobile version