Rasa lelah tidak selalu menuntut asupan kafein. Ada pilihan makanan yang justru dapat membantu tubuh menjaga tenaga lebih stabil, karena melepaskan energi secara bertahap dan tidak membuat gula darah naik turun terlalu cepat.
Oat, alpukat, dan buah beri termasuk tiga contoh yang sering direkomendasikan untuk kebutuhan itu. Ketiganya mudah ditempatkan dalam menu harian, baik saat sarapan maupun sebagai camilan di tengah aktivitas padat.
Karbohidrat lambat pada oat membuat energi lebih tahan lama
Di antara pilihan yang ada, oat kerap dianggap paling praktis untuk membantu tubuh tetap bertenaga. Bahan pangan ini mengandung karbohidrat kompleks yang dicerna lebih perlahan, sehingga suplai energinya tidak langsung habis dalam waktu singkat.
Ahli nutrisi olahraga Morgan Walker dari Lebanon Valley College menjelaskan bahwa oat kaya serat, terutama beta-glukan, yang membantu memperlambat pencernaan. Proses ini membuat rasa kenyang bertahan lebih lama dan energi terasa lebih stabil sepanjang hari.
Oat juga memuat zat besi dan vitamin B yang berperan dalam mendukung metabolisme energi. Karena itu, oat cocok dikonsumsi pada pagi hari atau saat tubuh membutuhkan asupan yang tidak cepat memicu penurunan tenaga.
Ahli gizi terdaftar Kayla Farrell menegaskan bahwa glukosa dari karbohidrat memang menjadi sumber energi utama tubuh. Namun, ia menilai karbohidrat olahan seperti nasi putih atau roti putih cenderung memberi dorongan singkat yang lebih cepat mereda.
Alpukat memberi tenaga berkelanjutan sekaligus rasa kenyang
Selain oat, alpukat juga sering masuk daftar makanan yang dikaitkan dengan energi stabil. Kandungan lemak tak jenuh tunggal di dalamnya membantu menyediakan tenaga yang lebih berkelanjutan, sementara seratnya ikut mendukung kestabilan gula darah.
Walker menyebut alpukat juga mengandung vitamin B, terutama folat, yang membantu proses mengubah makanan menjadi energi yang bisa digunakan tubuh. Kombinasi ini membuat alpukat terasa mengenyangkan dan mendukung stamina dalam durasi yang lebih panjang.
Alpukat juga memiliki manfaat lain yang menarik perhatian. Sebuah studi dari Harvard menemukan bahwa orang dewasa yang mengonsumsi setidaknya dua porsi alpukat setiap minggu memiliki risiko 21 persen lebih rendah terkena penyakit jantung dibanding mereka yang tidak mengonsumsinya.
Buah beri memberi dorongan ringan tanpa membuat tubuh cepat lesu
Buah beri seperti bluberi, stroberi, rasberi, dan blackberry juga bisa dipilih saat tubuh terasa turun tenaga. Buah-buahan ini mengandung gula alami dan serat dalam jumlah tinggi, sehingga memberi dorongan energi yang cepat tetapi tetap terkendali.
Kandungan airnya yang tinggi ikut membantu menjaga hidrasi tubuh. Hal ini penting karena hidrasi berperan besar dalam mempertahankan energi, terutama ketika aktivitas harian cukup padat dan tubuh membutuhkan asupan yang ringan namun tetap bergizi.
Konsumsi buah beri secara teratur juga dikaitkan dengan sejumlah manfaat lain. Penelitian menunjukkan buah beri dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2, meningkatkan daya ingat dan fungsi kognitif, membantu menurunkan berat badan, serta berkaitan dengan umur yang lebih panjang menurut temuan peneliti dari Harvard.
Mudah dipadukan ke menu harian
Keunggulan lain dari tiga makanan ini adalah cara penyajiannya yang sederhana. Oat bisa dicampurkan ke smoothie, yoghurt, granola bar buatan sendiri, kue panggang, atau disajikan sebagai sereal.
Alpukat juga fleksibel untuk berbagai menu, mulai dari isian roti isi, topping roti panggang, bahan salad, campuran smoothie, hingga pelengkap salad ayam. Buah beri pun mudah ditambahkan ke oatmeal, sereal, salad, es krim, atau smoothie agar rasa tetap segar sekaligus membantu menjaga energi tubuh lebih stabil sepanjang hari.
Source: www.beautynesia.id




