Dorongan untuk cepat pulang begitu sampai di kantor sering dianggap sebagai tanda kurang semangat. Padahal, dalam banyak kasus, kondisi itu justru muncul karena tenaga mental sudah terkuras sebelum pekerjaan benar-benar berjalan.
Burnout atau kelelahan akibat pekerjaan yang berlangsung terus-menerus dapat mengganggu emosi, mental, dan cara seseorang menjalani tugas sehari-hari. Dokter spesialis kejiwaan dr Adhitya S Ramadianto menyebut ada tiga tanda utama yang perlu dikenali lebih awal agar kondisi ini tidak dibiarkan semakin berat.
Saat energi habis bahkan sebelum bekerja
Salah satu tanda yang paling mudah terlihat adalah kelelahan emosional. Pada tahap ini, seseorang merasa energinya sudah habis hanya dengan memikirkan pekerjaan yang menunggu di depan mata.
Dr Adhitya menjelaskan bahwa kondisi ini dapat membuat seseorang enggan bangun pagi, ingin terus tidur, lalu sejak tiba di tempat kerja langsung membayangkan jam pulang. Rasa letih yang muncul juga kerap terasa jauh lebih besar daripada beban kerja sebenarnya.
Jarak emosional mulai terbentuk
Tanda berikutnya adalah depersonalisasi, yaitu saat seseorang tidak lagi hadir secara penuh secara mental maupun emosional dalam pekerjaannya. Kondisi ini biasanya muncul setelah kelelahan berlangsung lama dan membuat seseorang hanya bekerja dengan sisa energi.
Gejala ini lebih sering terlihat pada pekerjaan dengan interaksi tinggi, seperti tenaga kesehatan, petugas layanan pelanggan, dan pekerja sektor jasa. Dalam situasi seperti itu, orang yang dilayani dapat dipandang sekadar sebagai bagian dari tugas yang harus segera diselesaikan.
Sikap yang terlihat dingin atau kurang ramah tidak selalu muncul karena niat buruk. Menurut dr Adhitya, hal itu sering terjadi karena energi pekerja sudah habis dan yang tersisa hanya kemampuan untuk menyelesaikan tugas sebisanya.
Masih bekerja, tetapi rasa puas menghilang
Tanda ketiga adalah berkurangnya rasa pencapaian pribadi. Pada tahap ini, seseorang masih menjalankan pekerjaan, tetapi tidak lagi merasakan kepuasan, kebanggaan, atau makna dari hasil yang dicapai.
Pekerja yang mengalami kondisi ini biasanya hanya fokus menuntaskan tugas seperlunya. Setelah pekerjaan selesai, tidak muncul perasaan dihargai atau merasa telah mencapai sesuatu yang berarti.
Jika dibiarkan terlalu lama, kondisi ini dapat berkembang menjadi ketidaknyamanan yang lebih besar. Karena itu, mengenali gejala sejak awal menjadi penting untuk menjaga kesehatan mental sekaligus produktivitas kerja.
Gejala yang sering tampak sebagai kebiasaan harian
Burnout tidak selalu hadir dalam bentuk keluhan yang dramatis. Dalam banyak kasus, tandanya justru terlihat dari perubahan kecil dalam keseharian, seperti cepat lelah, ingin segera pulang, menarik diri secara emosional, hingga kehilangan rasa puas terhadap pekerjaan.
Saat seseorang bekerja berjam-jam tetapi hanya merasakan capek tanpa ada rasa pencapaian, kondisi itu perlu mendapat perhatian. Situasi seperti ini bisa menjadi sinyal bahwa beban psikologis sudah lebih besar daripada yang tampak dari luar.
Source: www.beritasatu.com