Antusiasme untuk Final Piala Stanley di kandang Carolina Hurricanes langsung berubah menjadi perebutan tiket yang sulit dijangkau. Tiket Game 1 di Lenovo Center habis terjual dalam hitungan jam pada Sabtu sore, lalu harga di pasar resale ikut melompat hingga menyentuh 3.000 dolar AS.
Bagi banyak penggemar lokal, kondisi itu berarti peluang masuk arena mengecil sangat cepat. Di Ticketmaster, opsi termurah yang masih terlihat berada di kisaran 1.000 dolar AS, sementara sebagian orang tetap pulang tanpa tiket meski sudah berjam-jam berada dalam antrean digital yang sangat panjang.
Situasi tersebut terasa paling berat bagi mereka yang mencoba membeli saat penjualan umum dibuka. Seorang warga Raleigh, Doreen Graham, mengatakan dirinya harus berada di belakang puluhan ribu orang sebelum akhirnya masuk ke sistem pembelian.
Saat gilirannya tiba, Graham menemukan harga resale sekitar 1.400 dolar AS. Ia berada di urutan 38.152 dalam antrean dan akhirnya memilih menonton lewat watch party karena harga tiket sudah berada jauh di luar jangkauannya.
Permintaan yang tinggi itu tidak lepas dari besarnya momen yang sedang dijalani Hurricanes. Penampilan ini menjadi yang pertama bagi tim tersebut di Final Piala Stanley dalam 20 tahun, sehingga minat publik ikut terdorong naik tajam.
Pasar sekunder ikut mengerek harga
General Manager Hurricanes, Eric Tulsky, menilai lonjakan harga merupakan bagian dari mekanisme pasar ketika permintaan membesar. Ia mengatakan pertandingan akan menjadi lebih mahal ketika banyak orang ingin datang, terutama pada fase final.
Tulsky juga menyebut Hurricanes masih menawarkan harga yang kompetitif dibandingkan banyak tim lain. Namun, ia mengakui pasar sekunder mendorong harga jauh melampaui nilai awal tiket.
Menurut Tulsky, harga di pasar sekunder bisa bergerak hingga dua kali nilai face value. Tim, katanya, tetap berupaya menjaga harga di level yang masih dapat dijangkau oleh pemegang tiket reguler, meski banyak orang ingin menyaksikan momen yang disebutnya sebagai pengalaman seumur hidup.
Ticketmaster dan langkah pengaman penjualan
Ticketmaster menegaskan bahwa tiket resale terverifikasi di situsnya dipasang dan diberi harga oleh individu, bukan oleh platform. Perusahaan itu juga menyebut setiap daftar tiket diverifikasi agar penggemar mendapat tiket yang asli.
Ticketmaster turut menyoroti platform lain yang kerap memperbolehkan speculative listings, yakni penjualan tiket yang belum benar-benar dimiliki penjual. Praktik seperti itu dinilai menyesatkan konsumen dan seharusnya dilarang.
Dari sisi tim, Carolina Hurricanes menyatakan sudah menerapkan protokol yang tepat untuk penjualan tiket. Salah satunya adalah pembatasan pembelian maksimal empat tiket per orang untuk setiap pertandingan agar tiket benar-benar dibeli secara aman oleh penggemar.
Dampak bagi penggemar lokal
Harga yang melonjak cepat membuat banyak fans lokal harus mencari cara lain untuk tetap mengikuti laga. Bagi mereka, kesempatan menyaksikan final langsung di arena terasa semakin tipis setelah antrean panjang dan harga resale yang terus naik.
Hingga Minggu malam, Kantor Jaksa Agung setempat belum memberi tanggapan instan atas adanya aduan masyarakat terkait proses pembelian tiket. Setelah laga di Lenovo Center, kedua tim dijadwalkan terbang ke Las Vegas untuk Game 3 dan Game 4, sementara Game 7 jika diperlukan dapat berlangsung hingga Rabu, 17 Juni 2026.
Source: www.pdiperjuanganbali.id