Pop Mart memperluas langkahnya di Indonesia dengan cara yang tidak hanya bertumpu pada penjualan mainan koleksi. Perusahaan ini mulai memadukan seni, budaya, dan ruang digital agar bisa menjangkau komunitas muda yang aktif di media sosial dan memiliki kedekatan dengan karakter koleksi.
Arah itu terlihat dari kerja sama Pop Mart dengan TikTok Live dan Museum Nasional Indonesia. Dua kolaborasi ini memperlihatkan bahwa Pop Mart ingin membangun hubungan yang lebih dekat dengan penggemar, sekaligus memperkuat posisi merek sebagai collectible art yang punya nilai emosional dan artistik.
Kolaborasi sebagai penggerak bisnis
Country Head Pop Mart Indonesia, Johan Sebastian, menyebut kolaborasi sebagai bagian penting dari perkembangan bisnis Pop Mart di Tanah Air. Menurut dia, Pop Mart memiliki sejumlah lokasi dengan basis penggemar yang berbeda, sehingga kemitraan lintas platform dan institusi dinilai efektif untuk memperluas jangkauan merek.
“Di Pop Mart, selain Nyota, kami punya berbagai lokasi dengan basis penggemarnya masing-masing,” kata Johan Sebastian. Pernyataan itu menunjukkan bahwa Pop Mart tidak hanya bergantung pada satu karakter, melainkan membangun portofolio IP yang punya audiens beragam.
Johan juga menilai pendekatan itu selaras dengan karakter TikTok yang dipenuhi banyak kreator dengan gaya masing-masing. Karena itu, kerja sama dengan TikTok Live dianggap relevan dengan strategi Pop Mart yang menonjolkan keberagaman karakter koleksi.
“Kami sangat menyukai kolaborasi seperti ini,” ujarnya. “Ini mirip dengan TikTok yang memiliki banyak kreator dengan kreativitasnya masing-masing, sehingga sangat relevan dengan kami.”
TikTok Live dan ruang interaksi dengan komunitas
Bagi Pop Mart, kehadiran di TikTok Live bukan sekadar promosi produk. Platform itu dipandang sebagai ruang untuk berinteraksi dengan pelanggan dan komunitas, sehingga hubungan dengan penggemar bisa tumbuh lebih dekat.
Johan Sebastian menegaskan bahwa kerja sama dengan TikTok memberi keuntungan karena bisa mendekatkan Pop Mart dengan pelanggan. Pendekatan ini memperlihatkan bahwa perusahaan memberi bobot besar pada keterlibatan audiens sebagai bagian dari pertumbuhan pasar.
Strategi tersebut juga sejalan dengan karakter produk Pop Mart yang mengandalkan sisi emosional. Setiap karakter dibuat dengan cerita dan pesan yang personal, sehingga koleksi tidak hanya dipahami sebagai barang, tetapi juga sebagai medium ekspresi bagi penggunanya.
“Setiap karakter punya cerita dan pesan yang sangat personal, bisa merepresentasikan berbagai emosi penggunanya,” kata Johan Sebastian. Dengan pendekatan itu, Pop Mart menempatkan koleksi sebagai pengalaman yang lebih dekat dengan kehidupan konsumennya.
Museum Nasional Indonesia dan narasi budaya
Di luar ranah digital, Pop Mart juga memperkuat identitas seninya lewat kerja sama dengan Museum Nasional Indonesia. Kolaborasi ini menghubungkan elemen kreatif Pop Mart dengan kekayaan budaya lokal, sekaligus membuka akses baru bagi publik untuk menikmati karya koleksi dengan pendekatan yang lebih dekat.
Pop Mart melihat kerja sama tersebut sebagai cara untuk membawa budaya Indonesia ke audiens yang lebih luas. Dalam narasi itu, collectible art tidak hanya tampil sebagai produk, tetapi juga sebagai medium yang membantu mengenalkan nilai budaya kepada generasi muda.
Karakter Nyota menjadi salah satu medium yang digunakan untuk mengajak anak muda memahami budaya nasional dengan cara yang lebih akrab. Harapan tersebut disampaikan Johan Sebastian saat menjelaskan arah kolaborasi Pop Mart bersama Museum Nasional Indonesia.
“Harapan kami, kolaborasi ini bisa terus berlanjut dengan baik bersama TikTok Live maupun Museum Nasional Indonesia, untuk mengajak anak muda lebih memahami budaya Indonesia dan membawanya ke level global,” ujarnya.
Pameran Nyota untuk publik
Sebagai bagian dari rangkaian kerja sama itu, Pop Mart menjadwalkan pameran karakter Nyota yang terbuka untuk publik di Museum Nasional Indonesia. Agenda tersebut akan berlangsung pada 28-29 April 2026 dan menjadi bentuk konkret dari upaya Pop Mart memadukan seni koleksi, budaya, dan keterlibatan komunitas di Indonesia.
Rangkaian kolaborasi dengan TikTok Live dan Museum Nasional Indonesia menunjukkan bahwa Pop Mart sedang membangun ekspansi dengan pendekatan yang lebih luas. Perusahaan ini bergerak melalui kombinasi komunitas digital, nilai seni, dan budaya lokal agar tetap relevan dengan kebiasaan konsumsi generasi muda.





