Tikungan Jalan Pegunungan Ternyata Membantu Menekan Kemiringan, Ini Alasan Keamanannya

Banyak orang melihat jalan pegunungan yang berkelok sebagai tanda desain yang tampak berputar-putar dan memakan jarak lebih jauh. Padahal, bentuk itu justru dirancang untuk membantu kendaraan melintas dengan lebih aman di medan tinggi.

Di wilayah berbukit dan bergunung, perencana jalan tidak hanya memikirkan jarak terpendek. Mereka harus menyesuaikan jalur dengan kontur alam agar tanjakan dan turunan tidak menjadi terlalu curam bagi kendaraan.

Menurut Dosen Teknik Sipil Universitas Diponegoro, Asri Nurdiana, alasan utama jalan pegunungan dibuat berkelok adalah untuk mengurangi kelandaian. Jika jalur dipaksa lurus menembus lereng, kemiringannya akan jauh lebih besar dan lebih sulit dilalui kendaraan.

Mengapa tidak dibuat lurus saja

Secara visual, garis lurus memang terlihat lebih sederhana. Namun pada medan pegunungan, jalur lurus justru bisa memunculkan tanjakan atau turunan yang terlalu ekstrem dalam jarak pendek.

Dengan jalur berkelok, panjang lintasan menjadi lebih besar sehingga perubahan elevasi dapat dibagi bertahap. Hasilnya, tanjakan dan turunan terasa lebih landai dibandingkan jika jalan dibuat lurus mengikuti jarak terpendek.

Kondisi itu penting karena kendaraan di pegunungan tidak hanya menghadapi naik turun jalan. Pengemudi juga harus berhadapan dengan tikungan dan perubahan kontur yang menuntut kestabilan lebih tinggi.

Fungsi keselamatan di medan tinggi

Jalan yang lebih landai memberi kendaraan peluang melaju dengan lebih aman dan terkendali. Karena itu, tikungan pada jalur pegunungan bukan sekadar elemen bentuk, melainkan bagian dari upaya menurunkan risiko di medan sulit.

Asri menekankan bahwa desain jalan tidak semata mengejar efisiensi jarak. Yang utama adalah memastikan kendaraan tetap bisa melewati jalur tersebut dengan aman dalam berbagai kondisi.

Di lapangan, pilihan memutar mengikuti kontur lahan menjadi solusi teknik yang umum dipakai. Cara ini membantu jalan menyesuaikan diri dengan permukaan tanah yang naik dan turun secara alami.

Kenapa jalan berkelok sering disalahpahami

Bagi sebagian orang, jalan berkelok terlihat kurang efisien karena tampak lebih panjang. Namun pada wilayah pegunungan, bentuk itu justru menjadi cara untuk menjaga tingkat kemiringan tetap dalam batas yang lebih aman.

Jalan yang terlalu curam dapat menambah beban kendaraan dan memperbesar potensi masalah saat melintas. Karena itu, desain yang tampak berputar sebenarnya menjawab kebutuhan keselamatan, bukan sekadar pilihan yang rumit tanpa tujuan.

Perdebatan soal ini kembali ramai setelah sebuah unggahan di Facebook menampilkan foto jalan pegunungan dengan garis merah lurus sebagai pembanding. Unggahan dari akun Romansa Sopir Truck itu memancing banyak komentar, termasuk anggapan bahwa jalan lurus justru akan lebih berbahaya di medan tinggi.

Unggahan tersebut dibagikan pada Rabu, 12/8/2020, dan hingga berita itu diturunkan sudah disukai lebih dari 200 kali. Respons warganet beragam, mulai dari rasa penasaran hingga penjelasan bahwa jalur lurus memang bisa membahayakan pengguna jalan.

Exit mobile version