Kemenangan Indonesia atas Kanada di Grup C Piala Uber tidak hanya ditentukan oleh skor akhir 3-1, tetapi juga oleh cara tim meredam tekanan saat pertandingan sempat berjalan ketat. Di tengah situasi itu, pasangan ganda putri Amallia Cahaya Pratiwi dan Siti Fadia Silva Ramadhanti tampil sebagai penentu lewat kemenangan atas Catherine Choi/Josephine Wu dengan skor 21-18, 21-11.
Hasil tersebut menjaga peluang Indonesia untuk tetap bersaing di fase grup. Tiwi/Fadia turun pada partai kelima dan menuntaskan tugas dalam 32 menit, sebuah penampilan yang membuat Indonesia menutup laga dengan kepastian yang dibutuhkan setelah sempat berada dalam kondisi tertekan.
Awal laga belum nyaman
Fadia mengakui pertandingan pembuka beregu tidak berjalan mulus. Ia menyebut adaptasi terhadap shuttlecock belum sepenuhnya selesai dan permainan mereka di awal berlangsung terlalu terburu-buru.
“Di pertandingan pertama ini, apalagi di awal kami startnya terlalu buru-buru dan terlalu banyak mati sendiri,” ujar Fadia, dikutip PBSI.
Pengakuan itu menggambarkan bahwa kemenangan atas Kanada tidak lahir dari dominasi sejak awal. Sebaliknya, Tiwi/Fadia harus melewati fase penyesuaian lebih dulu sebelum ritme permainan mereka terbentuk.
Setelah stabil, kontrol permainan berubah
Meski sempat goyah di awal, pasangan ini mampu memperbaiki permainan saat laga berjalan. Mereka tampil lebih sabar, lebih rapi dalam mengontrol bola, dan lebih tenang saat menekan lawan.
Perubahan ritme itu berpengaruh besar pada gim kedua. Setelah menemukan tempo yang pas, Tiwi/Fadia membuat lawan sulit berkembang dan menutup pertandingan dengan skor yang lebih aman.
Tekanan beregu terasa berbeda
Fadia juga menyoroti suasana Piala Uber yang menurutnya lebih menegangkan dibandingkan turnamen individu. Dalam ajang beregu, setiap poin terasa lebih berat karena keputusan harus diambil cepat dan kesalahan kecil bisa langsung berdampak pada tim.
Situasi seperti itu membuat pemain dituntut siap sejak awal. Pada laga melawan Kanada, tekanan tersebut sempat terlihat di awal pertandingan Tiwi/Fadia, sebelum mereka akhirnya mampu menyesuaikan diri dan menguasai jalannya laga.
Kondisi fisik ikut jadi perhatian
Selain faktor teknis dan mental, Tiwi menegaskan bahwa pemulihan fisik menjadi hal penting di tengah jadwal yang padat. Dengan waktu istirahat yang singkat antarlaga, tubuh para pemain harus dijaga agar tetap siap bertanding lagi.
“Kami tidak punya waktu banyak untuk rest karena besok harus sudah kembali bertanding, jadi tentu saja dari segi nutrisi dan recovery itu sangat penting,” kata Tiwi.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa kesiapan di Piala Uber tidak berhenti pada teknik permainan. Dalam situasi beregu, daya tahan fisik dan proses pemulihan juga menentukan apakah pemain bisa tampil stabil dalam pertandingan berikutnya.
Indonesia sempat tertinggal lebih dulu
Sebelum Tiwi/Fadia turun, Indonesia harus menerima kenyataan tertinggal setelah Putri Kusuma Wardani kalah dari Michelle Li. Laga tunggal pertama itu berlangsung tiga gim dan berakhir 21-16, 11-21, 16-21 untuk kemenangan Kanada.
Indonesia kemudian bangkit melalui pasangan ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari yang menang 23-21, 21-10 atas Jackie Dent/Crystal Lai. Setelah itu, Thalita Ramadhani Wiryawan membawa Indonesia berbalik unggul 2-1 lewat kemenangan 21-16, 21-19 atas Wen Yu Zhang.
Dengan modal itu, beban Tiwi/Fadia saat tampil di partai berikutnya menjadi lebih terukur. Tugas mereka bukan lagi mencari kebangkitan, melainkan menjaga momentum yang sudah dibangun dan memastikan Indonesia tidak kehilangan poin penentu.
Poin penentu yang menjaga asa
Hasil akhir 3-1 atas Kanada membuat posisi Indonesia tetap terjaga di fase grup Piala Uber. Kemenangan ini juga memperlihatkan bahwa kedalaman skuad Indonesia masih bisa diandalkan saat satu sektor sempat tidak berjalan sesuai rencana.
Dalam pertandingan seperti ini, satu poin bisa mengubah arah laga. Bagi Indonesia, poin yang dituntaskan Tiwi/Fadia bukan hanya melengkapi kemenangan, tetapi juga menjaga asa tim untuk tetap bertahan dalam persaingan grup.
Source: www.viva.co.id