Touran Resmi Tamat di Wolfsburg, Regulasi Baru dan Biaya Tinggi Mengakhiri Perjalanan 24 Tahun

Volkswagen menutup usia Touran sebagai salah satu MPV kompak yang paling lama bertahan di lini produknya. Unit terakhir mobil keluarga itu selesai dirakit di pabrik Wolfsburg, Jerman, pada 29 April 2026, menandai berakhirnya perjalanan sekitar 24 tahun di pasar.

Keputusan tersebut tidak datang tiba-tiba. Touran berhenti diproduksi karena terhimpit regulasi keselamatan baru di Eropa, usia model yang sudah sangat matang, dan biaya produksi yang dinilai makin berat untuk dipertahankan.

Tekanan regulasi dan usia model

Volkswagen menyebut Touran sudah tidak lagi mampu memenuhi regulasi keselamatan Stage C di Eropa yang akan mulai berlaku pada 6 Juli 2026. Ketentuan baru ini menjadi salah satu faktor utama yang mengakhiri masa hidup model tersebut.

Di sisi lain, Touran juga termasuk salah satu model tertua yang masih dijual Volkswagen. Dalam industri otomotif, model yang terlalu lama bertahan biasanya membutuhkan pembaruan besar untuk mengikuti aturan baru, dan itu tidak selalu sejalan dengan strategi pabrikan.

Produksi besar, tetapi ruang hidup makin sempit

Walau akhirnya dihentikan, Touran punya catatan produksi yang besar. Secara global, total produksinya telah melampaui 2,3 juta unit, sementara di Jerman penjualannya masih rata-rata sekitar 20.000 unit per tahun.

Angka itu menunjukkan Touran tetap memiliki basis pengguna. Namun, volume tersebut tidak cukup untuk menahan tekanan dari kebutuhan penyesuaian regulasi dan struktur biaya yang terus berubah.

Biaya produksi di Jerman ikut menentukan

Touran masih diproduksi di Jerman, dan itu membuat ongkos produksinya dinilai tinggi. Dalam situasi seperti ini, model yang memerlukan penyesuaian besar sering kali lebih sulit dipertahankan dibanding produk lain yang lebih sesuai dengan arah bisnis saat ini.

Bagi Volkswagen, kondisi tersebut membuat Touran semakin sulit diposisikan di tengah perubahan pasar. MPV kompak ini tetap dikenang sebagai kendaraan keluarga praktis, tetapi beban pengembangannya tak lagi sejalan dengan prioritas perusahaan.

Wolfsburg beralih ke model lain

Setelah Touran dihentikan, jalur perakitan di Wolfsburg tidak dibiarkan kosong. Volkswagen mengalihkan kapasitas itu untuk memproduksi Tiguan dan Tayron.

Perubahan ini memperlihatkan arah baru pemanfaatan fasilitas produksi Volkswagen. Model yang dipilih untuk menggantikan ruang Touran adalah produk yang dinilai lebih relevan dengan kebutuhan pasar saat ini.

Jejak Touran di Indonesia

Touran juga pernah masuk Indonesia dan sempat hadir di jalanan Tanah Air. Meski begitu, populasinya tidak banyak dan penjualannya tidak terlalu signifikan.

Karena jumlahnya terbatas, Touran kini tergolong jarang terlihat. Mobil ini lebih sering diingat sebagai salah satu MPV Eropa yang pernah mencoba peruntungan di pasar Indonesia.

Lini Volkswagen di Indonesia makin ringkas

Saat ini, jajaran produk Volkswagen di Indonesia sudah jauh lebih ramping dibanding masa ketika Touran masih dijual. Volkswagen Indonesia kini hanya memasarkan Tiguan Allspace, T-Cross, dan ID. Buzz.

Susunan itu menunjukkan pergeseran fokus merek ke SUV dan kendaraan listrik. Dalam konteks tersebut, penghentian Touran mempertegas bahwa MPV kompak seperti ini memang semakin sulit dipertahankan di dalam portofolio Volkswagen.

Source: kabaroto.com
Exit mobile version