Di pasar mobil bekas, Toyota Soluna masih punya ruang tersendiri bagi pembeli yang mencari sedan harian dengan biaya masuk rendah dan perawatan yang tidak rumit. Pada 2026, model ini tetap dilihat sebagai pilihan yang masuk akal karena harganya berada di kisaran Rp30 juta hingga Rp50 juta, tergantung kondisi unit.
Daya tarik Soluna bukan terletak pada kelengkapan fitur atau tampilan modern. Mobil ini justru dicari karena sederhana, mudah dijalani, dan punya reputasi sebagai sedan Toyota yang bandel untuk kebutuhan harian.
Harga yang masih terjangkau di kelasnya
Banderol Rp30 juta hingga Rp50 juta membuat Soluna tetap relevan untuk pembeli yang ingin mobil pertama, mobil kedua, atau kendaraan harian dengan bujet terbatas. Posisi harga itu juga membuatnya kerap masuk daftar incaran konsumen yang lebih mementingkan fungsi daripada gengsi.
Karena berada di level harga yang relatif rendah, Soluna sering dianggap sebagai salah satu sedan bekas yang masih memberikan nilai guna jelas. Mobil ini tidak menawarkan banyak kejutan, tetapi justru itu yang membuatnya mudah dipahami oleh calon pemilik.
Mesin sederhana yang menonjolkan ketahanan
Toyota Soluna memakai mesin 1.5 liter 4-silinder berkode 5A-FE dengan tenaga sekitar 94 hingga 100 hp. Karakter tenaga tersebut memang tidak ditujukan untuk performa tinggi, tetapi cukup untuk kebutuhan berkendara santai di dalam kota maupun perjalanan luar kota.
Konstruksi yang sederhana menjadi nilai penting dari model ini. Mesin yang dikenal awet dan irit bahan bakar membuat Soluna cocok bagi pengguna yang ingin mobil harian dengan biaya operasional rendah.
Biaya rutin tidak terlalu memberatkan
Selain hemat bahan bakar, Soluna juga disebut memiliki pajak tahunan yang relatif ringan. Bagi pembeli mobil bekas, faktor ini penting karena pengeluaran tidak hanya berhenti pada harga beli awal.
Ketersediaan suku cadang juga menjadi keunggulan yang tidak bisa diabaikan. Spare part yang mudah ditemukan membuat perawatan Soluna terasa lebih praktis dan tidak merepotkan, terutama bagi pemilik yang ingin menghindari komponen langka.
Desain lawas, tetapi masih fungsional
Secara tampilan, Soluna membawa desain kotak khas sedan era lamanya. Bentuk seperti ini memang tidak mengikuti selera mobil modern, tetapi masih memberi kesan rapi, sederhana, dan cocok untuk penggunaan sehari-hari.
Mobil ini tidak dibuat untuk tampil mencolok di jalan. Namun, kesan fungsional justru menjadi alasan sebagian pembeli tetap meliriknya, karena Soluna lebih menonjolkan manfaat ketimbang gaya.
Kabinnya sederhana, namun kebutuhan dasar tetap terpenuhi
Bagian interior Soluna dibuat dengan pendekatan yang sangat minim. Dashboard polos dan fitur yang tidak banyak membuatnya terasa tertinggal dibanding mobil modern, meski kebutuhan dasar berkendara masih bisa dipenuhi.
AC yang dingin selama sistemnya terawat dan jok empuk khas mobil era 2000-an menjadi bagian yang masih memberi kenyamanan. Dengan karakter seperti ini, Soluna lebih cocok diposisikan sebagai alat transportasi praktis daripada mobil yang diincar karena kelengkapan fitur.
Hal yang perlu dipahami sebelum memilih Soluna
Calon pembeli perlu menyadari bahwa Soluna punya keterbatasan yang memang sudah melekat pada model ini. Fitur minim, performa biasa saja, serta citra sebagai “mobil bapak-bapak” bisa menjadi pertimbangan bagi konsumen yang menginginkan nuansa lebih segar.
Meski begitu, bagi pengguna yang memprioritaskan efisiensi, keandalan, dan kemudahan perawatan, Soluna masih relevan di pasar bekas. Model ini sempat populer di Indonesia pada akhir 1990-an hingga awal 2000-an dan kerap disangka Toyota Vios, padahal posisinya lebih tua dan berada di antara Toyota Starlet dan Toyota Vios dalam lini produk Toyota.





