Dekorasi pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju langsung menarik perhatian karena memadukan nuansa gelap yang mewah dengan sentuhan tradisional yang terasa hangat. Acara yang digelar di Dian Ballroom Hotel Raffles Jakarta itu menghadirkan suasana indoor yang dramatis, tetapi tetap punya karakter lembut berkat detail floral dan elemen adat yang disusun secara rapi.
Paduan warna merah, cokelat, hijau tua, dan aksen gelap membuat seluruh ruangan terlihat berlapis. Dari area masuk hingga pelaminan, setiap bagian dekorasi dibuat saling terhubung sehingga konsep modern dan tradisi tidak saling bertabrakan.
Pelaminan yang menegaskan identitas adat
Salah satu bagian yang paling kuat dalam rangkaian dekorasi adalah pelaminan akad yang memakai gebyok Jawa berwarna cokelat tua. Latar ini memberi penanda tradisional yang jelas, sekaligus menjaga nuansa adat tetap menjadi pusat perhatian.
Di area ini, kembar mayang ikut ditempatkan sebagai elemen khas, sementara ornamen kristal putih berbentuk burung menambah detail yang lebih halus. Perpaduan tersebut membuat tampilan akad terasa elegan tanpa kehilangan akar budayanya.
Entrance yang membangun kesan pertama
Bagian pintu masuk dirancang untuk langsung memberi sinyal bahwa pesta ini membawa suasana megah. Deretan pohon artifisial ditempatkan di sisi jalur masuk, lalu moss backdrop hadir sebagai lapisan hijau yang membuat tampilan awal terasa padat dan lembut.
Di beberapa titik, pedestal bermotif marmer dipakai sebagai penopang dekoratif. Buket bunga besar di atasnya menambah penegasan visual, sehingga area pembuka terasa seperti pengantar menuju suasana yang lebih dramatis di dalam ruangan.
Jalur menuju pelaminan dibuat hidup
Aisle atau jalur menuju pelaminan tidak dibiarkan polos. Rangkaian mawar dan tanaman hijau disusun di sepanjang sisi lintasan untuk menciptakan kesan romantis sekaligus tegas secara visual.
Susunan ini membuat perjalanan menuju pelaminan terasa lebih terarah dan tidak monoton. Kehadiran unsur hijau juga menjaga keseimbangan di tengah dominasi warna gelap yang digunakan di banyak bagian dekorasi.
Bagian atas ruangan ikut memainkan peran
Tidak hanya area lantai yang diperhatikan, langit-langit ruangan juga dibuat mencolok. Lampu hias gantung dibalut draperi cokelat gelap, lalu dilengkapi tanaman gantung serta roncean mawar merah yang menjuntai.
Tata dekorasi seperti ini memberi efek teatrikal yang kuat. Ruangan pun terasa lebih penuh dan mendukung kesan glamor yang menjadi benang merah seluruh konsep pernikahan.
Dance stage diselaraskan dengan tema utama
Panggung dansa tidak dibuat terpisah dari bahasa visual ruangan. Pergola di atas panggung memakai pilar berukir etnik dan corak cokelat keemasan yang memperkuat kesan tradisional di tengah nuansa modern.
Keseragaman elemen ini membuat dekorasi terasa menyatu dari satu area ke area lain. Tidak ada bagian yang tampak berdiri sendiri karena setiap detail mengikuti tema yang sama.
Resepsi tampil lebih pesta, tetapi tetap serasi
Setelah akad, dekorasi resepsi menampilkan pendekatan yang sedikit berbeda meski masih berada dalam satu lokasi. Gebyok diganti dengan floral backdrop bernuansa merah, lalu draperi hijau tua di area pelaminan menambah kedalaman warna yang membuat tampilannya semakin mewah.
Di sisi kanan pelaminan, wedding cake hadir dengan warna soft pink. Hiasan putih berbentuk pita dan renda memberi sentuhan lembut yang menyeimbangkan dominasi warna bold di seluruh ruangan.
Keseluruhan rancangan dekorasi menunjukkan bagaimana elemen tradisional bisa hadir berdampingan dengan detail modern tanpa kehilangan karakter masing-masing. Dari entrance, aisle, langit-langit, hingga pelaminan akad dan resepsi, setiap bagian saling menguatkan untuk membentuk suasana pernikahan yang mewah, gelap, dan tetap hangat.
Source: www.idntimes.com