Penghargaan yang diraih PT Pegadaian dalam ajang Indonesia Branding Campaign of The Year 2026 menjadi penanda bahwa strategi merek perusahaan ini berhasil bergerak seiring dengan perubahan perilaku masyarakat. Di tengah semakin kuatnya penggunaan kanal digital, Pegadaian tidak hanya mencuri perhatian lewat layanan investasi emas berbasis aplikasi, tetapi juga lewat cara komunikasi merek yang dinilai konsisten dan relevan.
Dalam rangkaian Indonesia WOW Brand yang digelar MarkPlus, Inc. di The Ballroom Djakarta Theater, Pegadaian pulang membawa dua penghargaan sekaligus. Perusahaan ini meraih Gold Winner untuk kategori Investment Application dan Bronze Winner untuk kategori Digital Marketing, sebuah capaian yang menegaskan kuatnya kepercayaan publik terhadap transformasi layanan yang dijalankan.
Tring! tampil sebagai wajah baru investasi emas digital
Salah satu sorotan utama dalam penghargaan tersebut datang dari Tring!, platform layanan emas digital milik Pegadaian. Layanan ini dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat yang mencari sarana investasi yang praktis sekaligus aman.
Pengakuan pada kategori Investment Application memperkuat posisi Tring! sebagai salah satu representasi layanan investasi emas berbasis aplikasi. Pegadaian menempatkan platform ini sebagai sarana yang memudahkan masyarakat mengelola aset emas dengan lebih cepat, aman, dan praktis di tengah perubahan kebiasaan pengguna yang semakin akrab dengan layanan digital.
Kehadiran aplikasi seperti Tring! juga menunjukkan bahwa inovasi digital kini tidak lagi cukup hanya mengandalkan tampilan yang menarik. Kemudahan akses, rasa percaya, dan pengalaman pengguna menjadi unsur yang ikut menentukan nilai sebuah layanan.
Komunikasi merek ikut jadi pembeda
Selain produk digital, penghargaan juga menyoroti kemampuan Pegadaian dalam membangun hubungan dengan publik melalui komunikasi merek. Bronze Winner pada kategori Digital Marketing menunjukkan bahwa strategi komunikasi perusahaan mendapat perhatian pada level yang lebih luas.
Capaian itu memberi sinyal bahwa Pegadaian mampu menjaga pesan merek tetap konsisten, sambil menyesuaikannya dengan ekosistem digital yang terus berubah. Di saat banyak perusahaan berlomba memperluas jangkauan lewat kanal digital, Pegadaian dinilai berhasil menjadikan komunikasi sebagai bagian dari pengalaman layanan, bukan sekadar pelengkap promosi.
Pendekatan tersebut menjadi penting karena perubahan cara masyarakat berinteraksi dengan layanan keuangan menuntut strategi yang lebih dekat dengan kebiasaan pengguna. Komunikasi yang dahulu banyak bertumpu pada metode konvensional kini bergerak menuju pendekatan digital yang lebih dinamis.
Apresiasi untuk Insan Pegadaian
Direktur Pemasaran, Penjualan dan Pengembangan Produk PT Pegadaian, Selfie Dewiyanti, menyebut penghargaan itu dipersembahkan untuk seluruh Insan Pegadaian. Ia menegaskan bahwa kerja keras karyawan memiliki peran penting dalam menjaga kepercayaan nasabah.
“Penghargaan dari MarkPlus ini bukan sekadar kebanggaan bagi kami, melainkan sebuah tanggung jawab besar,” ujar Selfie. Ia juga menilai pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa strategi customer-focus yang dijalankan perusahaan berada di jalur yang tepat.
Pernyataan itu memperlihatkan bahwa Pegadaian memandang penghargaan bukan sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai penguatan atas arah pengembangan layanan yang sudah dijalankan. Dalam konteks itu, kepercayaan nasabah tetap menjadi ukuran utama yang dijaga melalui kualitas layanan dan konsistensi komunikasi.
AI membantu skala layanan, tetapi sentuhan manusia tetap dijaga
Pada forum yang sama, Senior Vice President Marketing PT Pegadaian, Yudi Sadono, turut menjadi panelis dalam seminar bertema Branding in The Age of AI. Ia membawakan topik berjudul AI Drives Scale, Trust Stay Gold yang menyoroti hubungan antara kecerdasan buatan dan kepercayaan pelanggan.
Yudi menjelaskan bahwa AI dapat membantu perusahaan memperluas skala layanan secara lebih cepat dan efisien. Namun, ia menekankan bahwa teknologi tidak boleh menghapus unsur empati dalam hubungan dengan pelanggan.
“Efisiensi berbasis AI menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas layanan, namun kita tidak bisa menghilangkan human touch saat berhubungan dengan pelanggan,” ujarnya. Pandangan tersebut menegaskan bahwa bagi Pegadaian, teknologi perlu berjalan bersama sentuhan kemanusiaan agar hubungan dengan nasabah tetap terjaga.
Dorongan untuk literasi dan inklusi keuangan
Melalui kombinasi layanan fisik dan aplikasi digital, Pegadaian terus mendorong literasi serta inklusi keuangan di masyarakat. Inovasi digital diposisikan sebagai alat untuk memperluas akses, bukan semata-mata mengikuti tren teknologi.
Komitmen itu sejalan dengan misi MengEMASkan Indonesia yang selama ini diusung Pegadaian. Dengan dua penghargaan dari ajang branding tersebut, perusahaan memperoleh dorongan tambahan untuk memperkuat layanan investasi emas, memperluas komunikasi digital, dan menjaga kepercayaan masyarakat sebagai bagian dari ekonomi kerakyatan.
Dalam situasi ketika branding dan layanan semakin saling terkait, pencapaian Pegadaian menunjukkan bahwa kekuatan merek hanya akan bertahan jika didukung mutu layanan dan pengalaman pengguna yang konsisten. Tring! pun muncul sebagai simbol bagaimana Pegadaian menjaga relevansi di pasar yang makin digital tanpa melepaskan nilai kepercayaan yang menjadi pembeda utamanya.