Tuduhan Terhadap Pengurus Jaya Sri Maha Bodhi Guncang Sri Lanka, Biksu Senior Langsung Dicopot

Penangkapan biksu senior Pallegama Hemarathana mengguncang dunia keagamaan Sri Lanka setelah aparat menahannya atas dugaan pelecehan seksual terhadap seorang gadis berusia 11 tahun. Perkara ini segera menjadi sorotan karena Hemarathana bukan sosok biasa, melainkan pejabat penting di salah satu situs suci paling dihormati umat Buddha.

Dewan Biksu Chapter Malwatte bergerak cepat dengan mencopot seluruh jabatan Hemarathana. Dalam pernyataan resminya, dewan itu juga menangguhkan sang biksu sampai proses hukum terhadap dirinya benar-benar selesai.

Hemarathana diketahui berusia 71 tahun dan menjabat sebagai kepala pengurus pohon suci Jaya Sri Maha Bodhi di Anuradhapura. Tempat ini termasuk salah satu pusat ibadah terpenting di Sri Lanka dan setiap hari ramai didatangi peziarah dari dalam maupun luar negeri.

Nilai religius lokasi tersebut sangat tinggi karena Jaya Sri Maha Bodhi diyakini berasal dari bibit pohon Bodhi yang menaungi Buddha saat mencapai pencerahan. Karena itu, tuduhan terhadap pengurus utamanya langsung memicu reaksi keras dari publik dan kalangan agama.

Polisi menangkap Hemarathana pada 9 Mei saat ia menjalani perawatan di sebuah rumah sakit swasta di Colombo. Dalam penyelidikan yang sama, aparat juga menahan ibu korban dengan tuduhan membantu dan mendukung tindakan yang dituduhkan kepada sang biksu.

Setelah ditangkap, Hemarathana mendapat pembebasan dengan jaminan. Meski begitu, pengadilan melarangnya bepergian ke luar negeri selama proses hukum masih berlangsung.

Kasus ini disebut sebagai salah satu skandal terbesar yang pernah menyeret tokoh agama Buddha di Sri Lanka. Sorotan publik makin besar karena penangguhan jabatan Hemarathana bertepatan dengan perayaan Vesak, hari suci umat Buddha yang memperingati kelahiran, pencerahan, dan wafatnya Buddha.

Di tengah suasana itu, perhatian masyarakat kembali tertuju pada akuntabilitas tokoh agama dan perlindungan anak di lingkungan keagamaan. Penyelidikan dan persidangan terhadap Hemarathana masih berjalan, sementara statusnya di lingkungan keagamaan tetap dibekukan sampai ada keputusan hukum yang jelas.

Source: www.suara.com
Exit mobile version