Uji Coba QRIS Indonesia-China Tembus Rp 556 Miliar, Peluncuran Dibidik 30 April

Rencana peluncuran QRIS antarnegara antara Indonesia dan China dipercepat ke 30 April. Bank Indonesia menargetkan layanan ini segera bisa digunakan setelah rangkaian persiapan teknis dan skema bisnis dinyatakan hampir rampung.

Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta menyampaikan target tersebut dalam Rapat Dewan Gubernur BI yang digelar secara daring pada Rabu. Percepatan ini menjadi kelanjutan dari perluasan konektivitas pembayaran digital lintas negara yang sebelumnya sudah dibuka bersama Korea Selatan.

Uji coba menunjukkan permintaan yang tinggi

Sebelum masuk ke tahap peluncuran, BI lebih dulu menjalankan uji coba atau sandboxing untuk memastikan sistem berjalan aman dan terintegrasi dengan baik. Dari tahap ini, BI mencatat hasil yang cukup kuat.

Selama masa uji coba, total transaksi mencapai 1,64 juta transaksi. Nilai transaksinya juga menembus Rp 556 miliar, menandakan ada kebutuhan nyata terhadap metode pembayaran yang lebih praktis untuk transaksi lintas negara.

Filianingsih menyebut angka tersebut masih berasal dari tahap percobaan. Meski begitu, BI melihat volume transaksi berpotensi meningkat setelah layanan resmi dibuka untuk publik.

Kesiapan teknis dan skema bisnis hampir selesai

BI menilai pengembangan QRIS Indonesia-China tidak hanya bergantung pada sisi teknologi. Skema bisnis bagi pengguna juga sudah dibahas dan dinilai siap diterapkan saat layanan resmi mulai berjalan.

Di sisi teknis, proses integrasi terus disempurnakan agar sistem pembayaran lintas negara ini benar-benar siap digunakan masyarakat dan pelaku usaha. Tahap sandboxing disebut membantu BI memastikan layanan tersebut layak masuk fase implementasi.

Keterhubungan dengan China juga dipandang sebagai lanjutan dari pengalaman kerja sama serupa dengan Korea Selatan. BI sebelumnya telah meluncurkan konektivitas pembayaran dengan Korea Selatan pada 1 April, yang menjadi salah satu pijakan dalam pengembangan berikutnya.

Dukungan penyelenggara pembayaran dari dua negara

Kesiapan ekosistem menjadi faktor penting dalam rencana peluncuran QRIS antarnegara ke China. BI mencatat ada 24 penyelenggara jasa pembayaran dari Indonesia yang sudah siap mendukung implementasi layanan tersebut.

Dari jumlah itu, 16 berasal dari perbankan dan 8 lainnya merupakan lembaga non-bank. Komposisi ini menunjukkan dukungan datang dari sektor keuangan yang luas, bukan hanya dari perbankan semata.

Di China, ada 19 penyelenggara yang juga disebut siap bergabung. Kesiapan dari kedua sisi memperkuat dasar bagi BI untuk melanjutkan rencana peluncuran sesuai target.

Bagian dari perluasan konektivitas pembayaran digital

Langkah menuju QRIS Indonesia-China menjadi bagian dari strategi BI memperluas konektivitas pembayaran digital lintas negara. Setelah jalur dengan Korea Selatan berjalan, penguatan kerja sama dengan China dinilai membuka ruang transaksi yang lebih besar bagi pengguna di kedua negara.

BI melihat infrastruktur yang tersedia sudah memadai untuk masuk ke tahap implementasi. Dengan kesiapan teknis dan bisnis yang hampir selesai, fokus berikutnya adalah memastikan peluncuran berjalan sesuai jadwal yang ditetapkan.

Jika target 30 April tercapai, QRIS antarnegara akan memberi akses pembayaran yang lebih efisien dan praktis bagi masyarakat. BI pun terus mendorong agar sistem ini menjadi bagian dari ekosistem pembayaran digital yang makin luas di kawasan dan tingkat internasional.

Exit mobile version