JETOUR G700 Supreme Navigation Edition kembali menyita perhatian setelah berhasil menuntaskan penyeberangan Sungai Minjiang sejauh 1,2 km dalam waktu sekitar 10 menit. Aksi ini bukan sekadar unjuk kemampuan, melainkan bagian dari pengujian ekstrem untuk menunjukkan bagaimana SUV tersebut bekerja saat dipaksa menghadapi kondisi air yang berat.
Pengujian itu dilakukan di medan yang memang tidak bersahabat. Arus yang kuat, kedalaman yang besar, serta jarak pandang yang terbatas membuat penyeberangan di Sungai Minjiang menjadi tantangan serius bagi kendaraan apa pun.
Lintasan uji yang memang disiapkan untuk sulit
JETOUR menyusun rute pengujian dengan karakter medan bertingkat. G700 Supreme Navigation Edition harus melewati bagian hulu dengan arus deras, lalu bergerak ke wilayah tengah yang punya ngarai dalam, sebelum menghadapi hilir yang dipenuhi jaringan sungai dan lahan basah.
Lokasi uji berada di area Houguan, yang dikenal memiliki arus bercabang, pusaran, dan arus bawah yang kompleks. Pada titik ini, kecepatan aliran air disebut mencapai 2 meter per detik, sementara kedalamannya lebih dari 8 meter.
Kabut tebal turut hadir selama pengujian berlangsung. Kondisi tersebut membuat pandangan ke arah permukaan air semakin terbatas, sehingga tantangan kendaraan bukan hanya pada arus, tetapi juga pada situasi lingkungan yang sulit dibaca.
Tiga pencapaian yang disorot JETOUR
Dari penyeberangan ini, JETOUR menyebut ada tiga prestasi yang layak dicatat. Pertama, G700 diklaim sebagai kendaraan off-road produksi massal pertama di Tiongkok yang berhasil menyeberangi Sungai Minjiang.
Kedua, SUV ini disebut sebagai kendaraan pertama yang menjalani latihan darurat profesional di sungai tersebut. Ketiga, JETOUR menyatakan bahwa ini menjadi kali pertama sebuah mobil menguji kemampuan perlindungan kendaraan di permukaan air di lokasi itu.
Rangkaian klaim tersebut menempatkan pengujian ini lebih dari sekadar demonstrasi visual. Fokus utamanya adalah pembuktian kemampuan teknis kendaraan saat dipaksa bekerja di luar skenario jalan raya biasa.
Teknologi yang menjaga arah dan stabilitas
Keberhasilan penyeberangan G700 sangat bergantung pada sistem yang tertanam di dalamnya. Salah satu teknologi utama yang digunakan adalah GAIA Complete Domain Intelligent Control System, yang dirancang untuk membantu pengendalian secara real-time di berbagai kondisi medan.
Saat kendaraan berada di atas air, sistem ini berperan menjaga arah dan membantu stabilitas mobil di tengah arus. Dalam situasi seperti Sungai Minjiang, kemampuan membaca dan merespons kondisi secara langsung menjadi hal penting agar kendaraan tetap berada pada jalur penyeberangan.
JETOUR juga membekali G700 dengan Ark Amphibious All-Terrain Sealing berstandar IP68. Perlindungan ini ditujukan untuk membantu menjaga komponen penting kendaraan ketika terpapar air, sehingga risiko gangguan bisa ditekan selama pengujian ekstrem.
Dorongan sistem penggerak saat menghadapi arus
Selain perlindungan bodi, G700 mengandalkan Super Ark 800V Silicon Carbide Thruster untuk mendukung pergerakan di air. Komponen ini bekerja bersama Super Ark Intelligent Navigation Stability System dan Ark Precision Control System.
Kombinasi tersebut membantu kendaraan tetap stabil saat berhadapan dengan arus bawah dan pusaran yang terdapat di sungai. Dalam kondisi seperti itu, menjaga laju dan arah menjadi kunci, karena sedikit gangguan saja bisa memengaruhi hasil penyeberangan.
Marketing Director PT JETOUR Sales Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah, menegaskan bahwa inovasi JETOUR tidak hanya berfokus pada performa. Ia menyampaikan bahwa perusahaan juga memberi perhatian pada perlindungan nyata dalam kondisi ekstrem, dan hal itu tercermin dari pengujian di Sungai Minjiang.
Dengan perpaduan sistem penggerak, navigasi, dan perlindungan bodi, JETOUR G700 Supreme Navigation Edition diposisikan sebagai SUV yang diuji di level jauh lebih berat daripada penggunaan harian. Penyeberangan Minjiang memperlihatkan bagaimana kendaraan modern bisa didorong untuk bekerja stabil di medan air yang kompleks dan penuh tekanan.