Untuk Pelari Ngebut, Mills Tawarkan Hypercharged R26 Yang Hanya 150 Gram Lebih Dan Siap Race Day

Bagi Mills, ajang DigiLand Run bukan sekadar tempat memamerkan produk lari baru. Kehadiran merek lokal ini sekaligus dipakai untuk menegaskan arah bisnisnya di segmen pelari kompetitif, dengan Hypercharged R26 sebagai ujung tombak.

Produk tersebut langsung menarik perhatian karena ditujukan bagi pelari yang mengejar performa, bukan sekadar kebutuhan lari santai. Mills memosisikan Hypercharged R26 untuk race day dan speed training, sehingga karakter sepatu ini dibuat agresif dan fokus pada kecepatan.

Dibawa untuk pelari yang mengejar catatan terbaik

Hypercharged R26 dirancang untuk pelari advance yang membutuhkan dukungan saat berlomba. Arhan Ilham, Manajer Marketing & Corporate Communications Mills, menyebut sepatu ini cocok untuk pelari kompetitif yang memburu personal best.

Karena itu, penggunaan utamanya lebih dekat dengan tempo cepat. Mills menggambarkan sepatu ini lebih pas dipakai pada pace 5, 4, bahkan 3, bukan untuk lari santai harian.

Bobotnya juga menjadi sorotan. Untuk ukuran 42, berat Hypercharged R26 berada di kisaran 150 hingga 155 gram, dan Mills menyebutnya sebagai salah satu sepatu lari teringan dari brand lokal Indonesia.

Dipakai langsung di arena lomba

Sepatu ini tidak berhenti di pajangan booth selama empat hari penyelenggaraan event. Hypercharged R26 juga digunakan oleh elite runner, brand ambassador, dan para pacer di DigiLand Run.

Sekitar 27 pacer memakai produk Mills dalam ajang itu, dan enam di antaranya menggunakan Hypercharged R26. Arhan mengatakan dirinya juga sudah mencoba sepatu tersebut dan merasakan karakter agresif yang memang disiapkan untuk kebutuhan lomba.

Mills menyebut Hypercharged R26 sudah diuji di sejumlah event nasional hingga World Marathon Major Boston. Salah satu pelari Mills, Vivi, disebut mampu mencatat personal best dengan finis 3 jam 38 menit, atau 12 menit lebih cepat dari target awalnya.

Masuk ke percakapan soal keberlanjutan

Di luar aspek performa, kehadiran Mills di DigiLand Run juga membawa pesan lingkungan. Merek ini tampil sebagai official jersey partner dan menekankan penggunaan material daur ulang pada jersey yang dipakai sekitar 15 ribu peserta DigiLand Run 2024.

Jersey tersebut disebut dibuat dari bahan daur ulang plastik bekas. Arhan menegaskan bahwa kolaborasi dengan Telkomsel lahir dari kesamaan pandangan soal sustainability, sehingga kerja sama ini tidak hanya bicara perlengkapan lari.

Pendekatan itu membuat Mills ikut masuk ke pembahasan yang lebih luas tentang olahraga yang ramah lingkungan. Dalam acara lari massal seperti ini, brand lokal tersebut mencoba menunjukkan bahwa fungsi produk dan kepedulian lingkungan bisa berjalan bersama.

Diarahkan untuk kebutuhan rotation pelari

Mills menempatkan Hypercharged R26 sebagai bagian dari shoe rotation para pelari. Sepatu ini diarahkan untuk race day dan speed training, meski pemula tetap bisa memakainya.

Namun, penggunaan oleh pelari baru bukan fokus utama pengembangannya. Arhan menggambarkan sepatu ini seperti hypercar, sehingga target utamanya tetap mereka yang ingin mengejar performa.

Di booth Mills, pengunjung juga bisa melihat perlengkapan lain seperti jersey, celana lari, soft flask, running belt, topi, hingga koleksi sepatu lainnya. Hypercharged R26 sendiri resmi dijual mulai 14 Mei 2024 pukul 12.00 WIB dan tersedia secara offline maupun online di toko resmi Mills.

Source: www.medcom.id
Exit mobile version