Kecepatan unggah di jaringan 5G akhirnya ikut didorong ke level yang lebih serius. Samsung dan MediaTek mengklaim berhasil mencapai uplink 670 Mbps lewat konfigurasi 3Tx 5-layer uplink, yang mereka sebut sebagai yang pertama di industri.
Pencapaian ini penting karena penggunaan internet kini tidak lagi didominasi aktivitas unduh semata. Video call, siaran langsung, dan sinkronisasi data ke cloud membuat sisi unggah menjadi bagian yang semakin menentukan dalam pengalaman 5G harian.
Selama ini, pembahasan soal 5G lebih sering berhenti pada angka unduhan tinggi. Padahal, di banyak skenario modern, koneksi dua arah justru menjadi faktor yang paling terasa saat perangkat harus mengirim data secara intensif.
Tekanan pada jaringan seluler juga berubah. Bukan hanya konsumsi konten yang naik, tetapi juga produksi konten secara real time yang menuntut uplink stabil dan cepat.
Samsung dan MediaTek menyebut pengujian ini sebagai kelanjutan dari pekerjaan sebelumnya pada antena tiga-transmit. Pada uji kali ini, pendekatannya diperluas dengan menumpuk beberapa aliran uplink di berbagai band spektrum secara bersamaan.
Konfigurasi yang dipakai menggabungkan band n66 sebagai band utama dengan dua carrier n77. Susunan ini dirancang untuk menyeimbangkan cakupan dan kapasitas, dua hal yang sering sulit dicapai bersamaan dalam desain jaringan seluler.
Di balik pengujian tersebut ada modem MediaTek M90. Modem ini dipasangkan dengan vRAN milik Samsung dan radio Massive MIMO untuk menangani lalu lintas uplink yang lebih kompleks.
Kombinasi itu memungkinkan jaringan mengatur banyak stream unggah secara bersamaan sambil menjaga interferensi tetap terkendali. Dalam kondisi jaringan yang sibuk, efisiensi seperti ini menjadi penting agar kualitas koneksi tetap terjaga.
Bagi pengguna, makna utamanya ada pada pengalaman saat jaringan harus dipakai untuk aktivitas berat di sisi unggah. Rapat virtual, live streaming, dan unggah file besar ke layanan cloud adalah contoh penggunaan yang langsung menuntut performa uplink.
Karena itu, lonjakan kecepatan unggah ini dipandang sebagai cara untuk menutup salah satu kelemahan yang selama ini melekat pada pengalaman 5G. Jika pendekatan serupa diterapkan lebih luas, koneksi yang dirasakan pengguna berpotensi menjadi lebih seimbang dan lebih stabil.
MediaTek menilai validasi bersama Samsung ini sebagai tonggak penting bagi platform 5G mereka. General Manager of Wireless Communication Systems & Partnerships MediaTek, Dr. HC Hwang, menyebut kebutuhan aplikasi cloud beresolusi ultra tinggi terus meningkat dan teknologi semacam ini akan mendorong inovasi industri generasi berikutnya.
Dari pihak Samsung, Head of Technology Solution Group Samsung Networks Business, Dongwoo Lee, mengatakan pengujian tersebut menjadi tonggak pertama lain di industri hasil kolaborasi kedua perusahaan. Ia juga menilai pencapaian itu menunjukkan kecepatan unggah yang sangat tinggi dan berpotensi menghadirkan pengalaman pengguna yang lebih baik dengan konektivitas yang andal serta konsisten.
Meski hasilnya menjanjikan, angka 670 Mbps itu belum berarti pengguna akan langsung mendapatkannya di jaringan sehari-hari. Masih ada jarak antara hasil pengujian dan implementasi komersial, terutama karena kondisi spektrum, kepadatan pengguna, dan kesiapan operator akan sangat menentukan.
Namun, uji ini tetap memberi sinyal arah perkembangan 5G yang makin jelas. Fokusnya bukan lagi hanya mengejar download tinggi, melainkan juga membangun koneksi dua arah yang lebih siap menghadapi kebutuhan unggah yang terus meningkat.
Source: sammyguru.com