Usai Mina, Jemaah Kloter 8 PLM Kembali Ke Makkah, Masih Menanti Tawaf Ifadah dan Sa’i

Setelah puncak ibadah haji di Mina berlalu, perhatian jemaah Kloter 8 PLM kini bergeser ke rangkaian ibadah berikutnya di Makkah. Sebagian dari mereka sudah mulai kembali ke hotel pada Jumat (29/5/2026) waktu setempat untuk menuntaskan tahap akhir sebelum pulang ke Tanah Air.

Pergerakan jemaah ini terjadi setelah mereka menyelesaikan mabit dan pelontaran jumrah di Mina. Ada yang memilih skema Nafar Awal untuk bergerak lebih cepat, sementara yang lain mengambil Nafar Sani dan bertahan lebih lama di Mina.

Kondisi jemaah tetap terjaga

Ketua Kloter 8 PLM, Giapul Prabungga, menyampaikan bahwa para jemaah yang sudah kembali ke Makkah berada dalam kondisi baik. Ia menilai seluruh rangkaian ibadah sejauh ini berjalan lancar, termasuk sejak awal hingga pelaksanaan wukuf di Padang Arafah.

Giapul juga mengungkapkan rasa syukur karena seluruh jemaah Kloter 8 PLM masih dalam keadaan sehat. Hal ini menjadi perhatian penting setelah mereka melewati tahapan-tahapan utama dalam puncak haji.

Tahap ibadah belum selesai

Meski sudah meninggalkan Mina, jemaah masih memiliki kewajiban ibadah yang harus diselesaikan di Makkah. Dua rangkaian yang masih menunggu adalah Tawaf Ifadah dan Sa’i, sebelum dilanjutkan dengan Tawaf Wada atau tawaf perpisahan.

Tahap ini menegaskan bahwa puncak haji memang sudah terlewati, tetapi perjalanan ibadah belum sepenuhnya rampung. Karena itu, jemaah tetap diminta menjaga fokus dan kondisi fisik selama berada di Makkah.

Menjelang kepulangan ke Indonesia

Kloter 8 PLM dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 12 Juni 2026. Menjelang hari kepulangan itu, Giapul mengingatkan jemaah agar tetap menjaga stamina karena masa tunggu masih berlangsung beberapa hari.

Jumlah jemaah dalam kloter ini mencapai 444 orang. Komposisinya terdiri atas 249 jemaah asal Kabupaten Bangka, 151 dari Kabupaten Bangka Tengah, 37 dari Bangka Selatan, serta tujuh petugas haji.

Dari total tersebut, 130 orang tercatat sebagai lanjut usia. Kondisi ini membuat pendampingan kesehatan dan pengawasan kebugaran menjadi perhatian utama sampai seluruh rangkaian ibadah benar-benar selesai.

Pengawasan kesehatan tetap penting

Banyaknya jemaah lansia membuat fase akhir haji tetap memerlukan perhatian serius. Petugas perlu memastikan ibadah berjalan lancar tanpa mengabaikan kondisi fisik jemaah yang harus tetap stabil.

Dengan sisa rangkaian yang masih harus dijalani di Makkah, masa setelah Mina menjadi bagian yang tidak kalah penting dari puncak haji. Bagi jemaah Kloter 8 PLM, langkah berikutnya di Tanah Suci akan menjadi penentu sebelum mereka kembali ke Bangka Belitung.

Source: www.beritasatu.com
Exit mobile version