Pasar otomotif Indonesia mendorong merek kendaraan untuk membaca kebutuhan pengguna dengan cara yang lebih dekat dengan gaya hidup. iCAR merespons perubahan itu lewat V23 dan V27, dua model yang berada dalam satu filosofi energi baru tetapi diarahkan untuk karakter mobilitas yang berbeda.
Perbedaan keduanya tidak hanya terlihat pada tujuan pemakaian, tetapi juga pada cara iCAR membangun pengalaman berkendara. V23 diproyeksikan untuk mobilitas urban yang lebih personal, sedangkan V27 disiapkan sebagai SUV hybrid all-rounder untuk perjalanan lebih jauh dan kebutuhan yang lebih kompleks.
Dua model, satu arah pengembangan
iCAR menempatkan V23 dan V27 dalam satu ekosistem energi baru yang terintegrasi. Pendekatan ini menunjukkan bahwa energi tidak dipahami sekadar sebagai sumber tenaga, melainkan sebagai sistem yang harus mengikuti kebiasaan dan ritme hidup penggunanya.
Mark Yang, Country Director iCAR Indonesia, menyebut kedua model tersebut dibangun dengan filosofi “Classic Never Fades”. Filosofi ini menggabungkan desain klasik yang timeless dengan teknologi modern agar kendaraan tetap relevan secara fungsi dan tetap kuat secara karakter.
Arah tersebut juga memperlihatkan bahwa iCAR tidak semata mengejar elektrifikasi. Merek ini ingin menjaga sisi emosional kendaraan agar bisa merepresentasikan kepribadian dan kebiasaan pemiliknya.
V23 dan kebutuhan mobilitas perkotaan
Di tengah mobilitas kota yang serba cepat, V23 diposisikan untuk pengguna yang membutuhkan kendaraan fleksibel dan mudah menyesuaikan diri. Fokus utamanya ada pada personalisasi, ekspresi diri, dan interaksi yang menjadi bagian dari pengalaman berkendara.
Karakter adaptif itu didukung oleh lebih dari 20 titik modular. Jumlah tersebut memberi ruang penyesuaian yang lebih luas bagi pengguna yang ingin kendaraan terasa lebih personal.
V23 juga dibekali platform digital berperforma tinggi. Kehadiran platform ini membantu menghadirkan respons berkendara yang lebih mulus dalam berbagai situasi, sehingga model ini tidak berhenti pada fungsi dasar sebagai alat transportasi.
V27 untuk kebutuhan yang lebih luas
Jika V23 bergerak di ranah urban, V27 mengambil peran yang lebih besar. SUV hybrid ini dirancang sebagai kendaraan all-rounder untuk perjalanan jarak jauh, eksplorasi lintas medan, dan kebutuhan mobilitas yang lebih berat.
Untuk mendukung peran tersebut, V27 mengandalkan arsitektur Golden REEV, sistem i-AWD, dan fitur V2L. Kombinasi itu membuat kendaraan lebih stabil di berbagai kondisi sekaligus memiliki fungsi tambahan sebagai sumber energi bergerak untuk kebutuhan tertentu.
Di titik ini, V27 tidak hanya hadir sebagai kendaraan penumpang. Model tersebut juga diposisikan sebagai penunjang aktivitas yang melampaui fungsi berkendara biasa, terutama bagi pengguna dengan mobilitas yang lebih kompleks.
Energi baru yang menyesuaikan pemakaian nyata
Kehadiran V23 dan V27 memperlihatkan cara iCAR membaca energi baru sebagai sesuatu yang harus dekat dengan kebutuhan sehari-hari. Keduanya disusun agar fungsi, gaya hidup, dan efisiensi bisa berjalan seimbang tanpa saling mengorbankan.
Pendekatan seperti ini menjadi penting di tengah perubahan kebutuhan masyarakat dan arah transisi energi. iCAR tampak berupaya membangun definisi baru tentang mobilitas, di mana kendaraan juga harus adaptif terhadap aktivitas penggunanya.
Perbedaan karakter antara V23 dan V27 justru memperjelas pesan yang sama. Dalam satu filosofi, iCAR ingin menunjukkan bahwa energi baru dapat diterjemahkan menjadi kendaraan untuk kebutuhan perkotaan yang personal maupun perjalanan panjang yang menuntut ketangguhan lebih besar.
Source: otodriver.com




