Vespa GTV 310 Lebih Mahal, Tapi Italjet Dragster 400 Ternyata Punya Karakter Lebih Buas

Di atas kertas, Italjet Dragster 400 justru tampil sebagai opsi yang lebih murah daripada Vespa GTV 310. Namun, harga bukan satu-satunya hal yang menentukan daya tarik dua skutik Italia ini, karena karakter dan aura yang mereka tawarkan bergerak ke arah yang sangat berbeda.

Dragster 400 langsung menonjol lewat pendekatan desain yang ekstrem dan futuristis. Sementara itu, GTV 310 memegang kuat identitas klasik Vespa yang lebih elegan, lebih mudah diterima, dan terasa lebih premium bagi banyak pengendara.

Dua arah yang sama-sama Italia

Keduanya datang dari Italia, tetapi filosofi keduanya tidak sejalan. Italjet Dragster 400 lebih dekat ke rasa sebuah maxi scooter yang dipadukan dengan karakter naked bike kecil, sedangkan Vespa GTV 310 memilih jalur cruising santai dengan posisi berkendara yang rileks.

Perbedaan ini membuat Dragster 400 terasa aktif, tajam, dan agresif. Di sisi lain, GTV 310 lebih menonjolkan kenyamanan, gaya hidup, dan citra premium yang kuat sejak pandangan pertama.

Dragster 400 mengejar sensasi performa

Italjet Dragster 400 memakai mesin 1 silinder 400cc pendingin cairan. Tenaganya mencapai 41,5 hp pada 7.500 rpm dengan torsi 41,2 Nm pada 6.000 rpm.

Angka tersebut membuat karakternya terasa jauh lebih buas dibanding skutik premium biasa. Desainnya juga mendukung kesan itu lewat rangka trellis terbuka, bodywork minimalis, dan sistem steering hub-center.

Suspensi depan independen khas Italjet ikut memberi rasa depan yang stabil dan sangat sporty saat menikung. Namun, posisi riding yang keras dan setelan suspensi yang tegas membuatnya kurang ramah untuk kenyamanan santai dan penggunaan harian yang praktis.

GTV 310 mengandalkan kenyamanan dan citra klasik

Vespa GTV 310 membawa mesin HPE 1 silinder 310cc pendingin cairan. Outputnya berada di 25 hp pada 6.500 rpm dengan torsi 28,9 Nm pada 5.250 rpm.

Tenaganya memang jauh di bawah Dragster 400, tetapi masih cukup tinggi untuk kebutuhan harian dan touring ringan. Karakter mesinnya halus, sementara sensasi berkendaranya lebih smooth dan nyaman.

Vespa juga tetap mempertahankan ciri khasnya melalui headlamp di atas front fender, bodi monocoque baja, dan detail retro premium. Jok lebar serta ergonomi yang rileks membuat GTV 310 terasa lebih bersahabat untuk cruising santai.

Fitur modern hadir, tetapi dengan pendekatan berbeda

Keduanya sama-sama membawa teknologi modern, hanya saja penyajiannya tidak sama. Dragster 400 menggabungkan tampilan high-tech dengan karakter performa, sedangkan GTV 310 menyisipkan fitur modern tanpa meninggalkan identitas klasiknya.

Dragster 400 dibekali TFT display, full LED lighting, keyless system, ABS, TCS, dan knalpot Akrapovic ganda. Pada GTV 310, fitur yang dibawa mencakup keyless system, TFT display, konektivitas smartphone, full LED lighting, ASR traction control, dan ABS.

Kombinasi itu membuat GTV 310 tetap relevan untuk kebutuhan masa kini. Di saat yang sama, Dragster 400 tetap menonjol sebagai skutik yang unik dan lebih berfokus pada sensasi berkendara.

Harga murah tidak selalu berarti lebih sederhana

Secara harga global, Italjet Dragster 400 dibanderol 7.800 USD atau sekitar Rp 139,2 jutaan. Vespa GTV 310 justru berada di angka 8.699 USD atau setara Rp 155,3 jutaan.

Selisih itu menunjukkan bahwa Dragster 400 memang lebih murah, tetapi bukan berarti lebih sederhana secara karakter. Italjet menawarkan eksklusivitas desain dan teknologi yang unik, sementara Vespa membawa jaringan global dan nilai jual kembali yang kuat.

Di sisi lain, biaya kepemilikan dan perawatan Dragster 400 berpotensi lebih tinggi karena posisinya sebagai skutik niche. GTV 310 tampil sebagai pilihan yang lebih mapan bagi pengendara yang mengutamakan gaya klasik premium dengan rasa berkendara yang lebih mudah didekati.

Source: ridertua.com
Exit mobile version